Setahun Pimpin Jember, Bupati Fawait Selamatkan Rumah Sakit dari Krisis dan Wujudkan UHC Prioritas

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

22 Feb 2026 06:20

Thumbnail Setahun Pimpin Jember, Bupati Fawait Selamatkan Rumah Sakit dari Krisis dan Wujudkan UHC Prioritas
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait bersama anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim di Bandara Notohadinegoro beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Pemkab Jember)

KETIK, JEMBER – Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Bupati Muhammad Fawait menjadikan sektor kesehatan sebagai fokus utama kebijakan pemerintah daerah. Ia langsung bergerak cepat membenahi layanan kesehatan yang saat itu berada di ambang krisis.

Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, Fawait menghadapi persoalan serius. Pemerintah Kabupaten Jember menanggung utang sebesar Rp214 miliar kepada tiga rumah sakit daerah, termasuk Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi. Beban tersebut mengancam keberlangsungan operasional layanan kesehatan masyarakat.

“Ketika dilantik, hanya hitungan minggu pada waktu itu rumah sakit kita bisa kolaps,” ujar Fawait saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu, 21 Februari 2026. 

Ia mengungkapkan, laporan internal yang diterimanya setelah serah terima jabatan menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Stok oksigen di rumah sakit diperkirakan hanya cukup untuk tujuh hingga 15 hari. Pemasok obat dan alat kesehatan juga sempat mengancam menghentikan distribusi karena keterlambatan pembayaran.

Baca Juga:
DPRD Jember Siapkan Dana Darurat, Warga Mumbulsari Keluhkan Banjir yang Terus Berulang

Situasi tersebut menempatkan Pemkab Jember pada posisi sulit. Di satu sisi, rumah sakit terancam lumpuh. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat Jember membutuhkan layanan kesehatan gratis dan terjangkau.

“Kondisi rumah sakit hampir kolaps, tapi di satu sisi rakyat kami banyak yang miskin dan membutuhkan pelayanan kesehatan gratis dan baik. Ini menjadi sebuah dilema,” kata Fawait.

Ia mengaku situasi tersebut mengingatkannya pada pengalaman masa kecil di desa. Ia pernah melihat warga yang tidak mendapatkan layanan medis layak karena keterbatasan biaya. Pesan sang ibu saat itu terus ia ingat hingga kini.

“Kalau ada orang Jember sakit enggak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, yang dosa bupati. Kalau ada ibu melahirkan tidak di tempat semestinya karena biaya, yang dosa bupati,” tuturnya menirukan ucapan yang disampaikan Ibunya.

Baca Juga:
Terungkap! Ini Penyebab Banjir Mumbulsari Jember, Pemkab Dorong Normalisasi Sungai

Menghadapi ancaman tersebut, Fawait segera mengumpulkan para ahli di bidang hukum, kesehatan, dan ekonomi. Ia meminta timnya menyusun langkah cepat dan terukur agar layanan kesehatan tetap berjalan tanpa mengorbankan tenaga medis maupun keberlangsungan rumah sakit.

Ia kemudian melakukan efisiensi anggaran secara menyeluruh. Pemerintah memangkas belanja yang tidak berdampak langsung pada masyarakat, termasuk rencana pengadaan mobil dinas bupati. Fawait mengalihkan anggaran tersebut untuk memperkuat pembiayaan jaminan kesehatan daerah guna mengejar status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Skema UHC Prioritas memungkinkan warga memperoleh layanan kesehatan gratis cukup dengan menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga. Warga tidak perlu lagi mengurus administrasi aktivasi kepesertaan secara mandiri di BPJS Kesehatan.

Namun, untuk memenuhi syarat UHC Prioritas, cakupan kepesertaan harus melampaui 98 persen dengan tingkat keaktifan minimal 80 persen. Target tersebut menuntut komitmen anggaran yang besar dan konsistensi kebijakan.

“Anggaran yang tersedia dalam APBD 2025 awal masih kurang, sehingga kami melobi pemerintah pusat, termasuk kepada BPJS Kesehatan, meyakinkan mereka bahwa Jember mampu,” kata Fawait.

Pemkab Jember resmi memberlakukan UHC Prioritas pada 1 April 2025, kurang dari dua bulan setelah Fawait menjabat. Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah menanggung pembayaran premi kepesertaan warga. Rumah sakit pun memperoleh kepastian pembayaran klaim, sementara tenaga kesehatan tetap menerima haknya.

Setelah satu tahun berjalan, Fawait melihat hasil konkret dari kebijakan tersebut. Ia menyebut kinerja keuangan Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

“Hari ini pendapatan dr. Soebandi saja dalam sebulan terakhir Januari, saya update, kalau enggak salah Rp 31 miliar,” ujarnya.

Ia menilai peningkatan pendapatan tersebut menjadi indikator pemulihan rumah sakit daerah sekaligus meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.

“Masyarakat Jember bisa berobat gratis dengan layak tanpa ada surat keterangan miskin atau keterangan tidak mampu. Di satu sisi, kita bisa membuat rumah sakit daerah mendapatkan kembali hidupnya,” kata Fawait.

Pemerintah Kabupaten Jember menjadikan pembenahan sektor kesehatan sebagai salah satu capaian utama dalam satu tahun kepemimpinan Fawait. Di tengah tekanan fiskal dan tingginya tuntutan pelayanan publik, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan.

Pemkab Jember menyatakan akan terus mengevaluasi sistem jaminan kesehatan daerah agar layanan tetap stabil, inklusif, dan dapat diakses seluruh warga tanpa hambatan biaya. (*)

Baca Sebelumnya

Emil Dardak Soroti Banjir Jember, Tekankan Penanganan dari Hulu hingga Pemberdayaan Warga Desa Hutan

Baca Selanjutnya

KAI Sediakan 136.045 Tiket Lebaran 2026 dari Stasiun Malang, 25 Persen Sudah Ludes Terjual

Tags:

Bupati Jember Muhammad Fawait Gus Fawait satu tahun pemerintahan Gus Fawait

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar