KETIK, BATU – Senyawa Malang Raya yang digagas Wali Kota Batu Nurochman terus berlanjut. Kali ini, sinergi antarwilayah diperkuat sebagai langkah strategis menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang dan semakin kompetitif.

Karena itu, kunjungan Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita ke Dinas Tenaga Kerja Kota Batu, pada Selasa, 26 Mei 2026, dimanfaatkan untuk bertukar gagasan terkait peningkatan kualitas pencari kerja melalui pelatihan yang menyesuaikan kebutuhan industri modern.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batu, Mokhamad Forkan, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antar daerah dalam menyiapkan pencari kerja yang lebih kompeten dan siap bersaing di dunia industri.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja Ketua DPRD Kota Malang sebagai bentuk sinergi antar daerah dalam meningkatkan kualitas pencari kerja,” ujar Forkan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batu melalui Disnaker terus berkomitmen menghadirkan program pengembangan SDM yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja saat ini.

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Kesiapan SPMB 2026, Jangan Sampai Rugikan Calon Siswa

“Peningkatan kualitas pencari kerja harus dimulai dari penguatan pelatihan berbasis kompetensi dan kebutuhan industri,” katanya.

Forkan menjelaskan, salah satu langkah konkret yang telah dilakukan yakni menggelar Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Berbasis Kompetensi Tahun 2026. Program tersebut diikuti 120 peserta terpilih yang dibagi dalam empat bidang pelatihan.

Adapun bidang pelatihan yang diberikan meliputi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), digital marketing, commercial make up, hingga barista. 

Menurutnya, sektor-sektor tersebut dipilih karena memiliki peluang besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan kebutuhan industri jasa di Kota Batu.

Baca Juga:
Jalan Gelap di Kota Batu Mulai Ditangani, DPUPR Benahi PJU dan Jaringan Penerangan

“Pada tahun 2026, Pemkot Batu memprioritaskan pelatihan pada sektor-sektor unggulan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, pariwisata, dan digitalisasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga membangun kemampuan nonteknis agar lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja.

“Tujuan utama program ini untuk meningkatkan keterampilan teknis dan nonteknis tenaga kerja, menekan angka pengangguran, meningkatkan daya saing tenaga kerja, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah berbasis SDM berkualitas,” ungkap Forkan.

Selain itu, pihaknya menilai keberhasilan peningkatan kualitas tenaga kerja tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, hingga institusi pendidikan.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam menekan angka pengangguran,” ujarnya.

Forkan berharap sinergi antar daerah dan berbagai pihak dapat terus diperkuat agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat, khususnya para pencari kerja di Kota Batu maupun Kota Malang.

“Semoga sinergi dan kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pencari kerja agar semakin siap memasuki dunia kerja,” pungkasnya.