Semanggi Surabaya: Lebih dari Sekadar Kuliner, Simbol Identitas dan Warisan Budaya

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

12 Nov 2024 19:00

Thumbnail Semanggi Surabaya: Lebih dari Sekadar Kuliner, Simbol Identitas dan Warisan Budaya
Guru Besar Unesa, Prof. Dr. Rindawati, M.Si yang meneliti Semanggi dari perspektif Antropologi Sosial. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Sebagai sajian tradisional asal Kota Surabaya, Semanggi rupanya bukan hanya sekedar makanan khas Kota Pahlawan, tetapi lebih dari itu, Semanggi memiliki peran penting dalam kehidupan dan budaya di Ibu kota Jawa Timur.

Hal inilah yang menarik minat Guru Besar Unesa, Prof. Dr. Rindawati, M.Si untuk meneliti semanggi lebih dalam. Menurutnya makanan semanggi yang dikonsumsi oleh warga Surabaya tidak hanya memberikan nilai gizi dan nutrisi bagi tubuh, tetapi juga menentukan jati diri.

"Dilihat dari perspektif Antropologi Sosial untuk mewakili hubungan antara biologis dan budaya, dan dari individu ke kolektif," jelas Rindawati, Selasa 12 November 2024.

"Dalam konteks ini beberapa makanan dapat memberi fungsi simbolis dalam suatu budaya, seperti halnya budaya pangan," imbuhnya.

Baca Juga:
Lima Profesor Baru Dikukuhkan, Unair Tegaskan Komitmen pada Inovasi dan Dampak Nyata

Lebih lanjut, Dengan demikian, makanan yang dirasakan dan dikonsumsi oleh masyarakat menentukan budaya pangan suatu negara Pola dan jenis makanan telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Kebiasaan memakan makanan tersebut akan diikuti oleh penduduknya menjadikannya representasi dari makanan suatu negara. Oleh karena itu Negara dan budaya pangan telah berubah seiring berjalannya waktu dipengaruhi oleh beberapa fenomena sejarah.

"Makanan tradisional semanggi Surabaya layak untuk diteliti Sebagai akademisi, saya ingin memberikan kontribusi untuk melestarikan dan mengapresiasi budaya makanan tradisional daerah, khususnya makanan semanggi," tambahnya.

Keberadaan makanan tradisional yang relatif masih bertahan dan berjalan secara berpola menjadi alasan utama untuk menemukan model pengelolaan usaha kuliner semanggi yang selaras dengan kondisi sosial budaya setempat.

Baca Juga:
Golden Ticket Unesa 2026: Jalur Prestasi Tanpa Tes, Bisa Kuliah Gratis hingga 8 Semester

Sementara itu, Surabaya juga dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata, industri, dan budaya. Kota Surabaya juga tidak luput dari perubahan gaya hidup masyarakat akibat masuknya budaya global. Keberadaan beberapa pedagang mikro usaha kecil tradisional seperti pedagang semanggi menjadi jawaban atas bagaimana perkembangan budaya global masih menyisakan unsur-unsur budaya tradisional yang melekat pada sebagian masyarakat.

"Melalui penelitian ini saya berharap warga Surabaya khususnya anak muda dapat lebih mengenal lagi keberadaan Semanggi sebagai sajian khas yang sarat akan makna budaya," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Mengenal Mayjen TNI Rudy Saladin Pangdam V Brawijaya, Sosok Adhi Makayasa Pecinta Anak Yatim

Baca Selanjutnya

Bappedalitbang Kabupaten Blitar Dampingi UPT Puskesmas Srengat Luncurkan Program RUNGKAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

Tags:

Unesa Guru Besar penelitian Antropologi Sosial budaya semanggi makanan khas Surabaya Rindawati

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H