Sekretaris Kemendukbangga: Ketahanan Demografi Kunci Indonesia Emas 2045

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

26 Feb 2026 21:49

Thumbnail Sekretaris Kemendukbangga: Ketahanan Demografi Kunci Indonesia Emas 2045
Sekretaris Kemendukbangga Budi Setiyono saat Rakorda Bangga Kencana Jabar, Kamis (26/2/26).(Foto:BKKBN)

KETIK, BANDUNG – Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Budi Setiyono menegaskan, ketahanan demografi menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. 

Budi bilang, banyak negara maju seperti Jerman, Korea Selatan, dan Jepang berhasil mencapai tingkat kesejahteraan tinggi karena memiliki tata kelola kependudukan yang presisi dan berkelanjutan. 

“Pengelolaan kependudukan bukan sekadar soal angka kelahiran. Ini soal bagaimana kita memastikan keseimbangan antara jumlah penduduk, kapasitas ekonomi, dan layanan publik,” ujar Budi Setiyono saat menutup Rakorda Bangga Kencana Jabar, Kamis 26 Februari 2026.  

Budi menjelaskan, Indonesia saat ini berada dalam fase bonus demografi, yakni kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia non-produktif. Kondisi tersebut berpotensi menghasilkan dividen demografi jika dikelola dengan baik. 

Baca Juga:
Mendukbangga Wihaji Tekankan Pentingnya Keluarga dalam Menyiapkan SDM Indonesia Emas 2045

Namun, menurutnya, bonus demografi tidak otomatis membawa kesejahteraan. Jika penduduk usia produktif tidak terserap lapangan kerja, maka yang terjadi justru peningkatan beban konsumsi dan tekanan fiskal. 

“Kalau usia produktif banyak tapi menganggur, negara tidak mendapatkan pajak optimal. Tidak ada tabungan nasional yang cukup untuk direinvestasikan. Ini yang harus kita hindari,” tukasnya. 

Budi menambahkan, ketahanan demografi atau demographic resilience diperlukan agar Indonesia tetap mampu mencapai target pembangunan, meski menghadapi guncangan seperti pandemi, resesi ekonomi atau bencana alam. Ia mengibaratkan ketahanan demografi seperti prosedur keselamatan dalam penerbangan. 

“Semua harus dipersiapkan dengan baik sebelum menghadapi turbulensi. Begitu pula dalam pembangunan, sistem kependudukan harus dirancang agar tetap stabil dalam berbagai situasi,” ujarnya. 

Baca Juga:
Pemudik Bisa Istirahat dan Konseling Keluarga, BKKBN Jabar Buka Posko Bangga Kencana 24 Jam

Budi pun meluruskan anggapan bahwa program keluarga berencana (KB) tidak lagi relevan karena angka Total Fertility Rate (TFR) Indonesia terus menurun dan kini berada di kisaran 2,1. Menurutnya, fungsi pengelolaan kependudukan jauh lebih luas daripada sekadar mengendalikan angka kelahiran. Transformasi kelembagaan dari BKKBN menjadi Kemendukbangga justru menegaskan perluasan mandat tersebut.

“Tugas kita adalah menjaga keseimbangan supply dan demand. Berapa kebutuhan tenaga kerja, berapa kapasitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, itu harus dihitung secara presisi,” tandasnya. 

Ia juga menyinggung persoalan di sejumlah kota besar yang menghadapi tekanan layanan publik akibat pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan kapasitas daerah. Karena itu, Budi meminta jajaran dinas kependudukan dan keluarga berencana di daerah untuk memperkuat perencanaan berbasis data dan proyeksi jangka panjang. 

“Kalau terlalu banyak penduduk tanpa kesiapan lapangan kerja dan layanan publik, kita kewalahan. Kalau terlalu sedikit, pertumbuhan ekonomi melambat. Keseimbangan inilah inti dari tata kelola kependudukan,” tegasnya. 

Ia juga menuturkan, "Kemendukbangga dirancang sebagai kementerian strategis untuk memastikan pembangunan kependudukan berjalan selaras dengan target pembangunan nasional menuju 2045.(*)
 

Baca Sebelumnya

SPPG Ringinanyar Blitar Beroperasi Tanpa Ahli Gizi Sejak Hari Pertama, Izin dan IPAL Belum Tuntas

Baca Selanjutnya

Satu Tahun “Arah Baru Abdya Maju”, Safaruddin-Akli Perkuat Fondasi Reformasi

Tags:

Kemendukbangga BKKBN Demografi Indonesia emas

Berita lainnya oleh Iwa AS

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

15 April 2026 15:39

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

13 April 2026 18:18

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

13 April 2026 15:52

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar