KETIK, BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat akses kerja internasional bagi generasi muda melalui kerja sama dengan Jepang. Hingga 2025, sebanyak 418 warga Kabupaten Bandung telah berhasil bekerja di Negeri Sakura melalui berbagai program pelatihan dan penempatan yang difasilitasi pemerintah daerah.
Komitmen itu kembali diperkuat melalui kunjungan Board of Director Japan Platform for Migrant Workers toward Responsible and Inclusive Society (JP-MIRAI) Shisido Kenichi beserta jajaran ke Rumah Dinas Bupati Bandung di Soreang, Rabu 3 Juni 2026.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan Jepang menjadi salah satu negara tujuan yang menjanjikan bagi tenaga kerja asal Kabupaten Bandung karena menawarkan kesempatan kerja sekaligus peningkatan keterampilan dan pengalaman internasional.
"Kami melihat peluang ini sangat baik bagi generasi muda Kabupaten Bandung. Karena itu kerja sama dengan JP-MIRAI terus kami dorong agar semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses peluang kerja di Jepang melalui jalur resmi," kata Bupati yang akrab disapa Kang DS (KDS) itu.
Menurut KDS, kerja sama tersebut bukan hal baru. Pada tahun sebelumnya Pemkab Bandung juga melakukan kunjungan ke Jepang untuk melihat langsung kondisi para pekerja asal Kabupaten Bandung yang telah bekerja di berbagai sektor.
"Hasilnya cukup menggembirakan. Banyak pekerja asal Kabupaten Bandung yang mampu beradaptasi dan bekerja dengan baik di sana," ujarnya.
KDS berharap ke depan JP-MIRAI dapat memberikan gambaran kebutuhan tenaga kerja setiap tahun sehingga dapat disesuaikan dengan program pelatihan yang disiapkan pemerintah daerah melalui lembaga pelatihan kerja.
Ia menilai skema kerja sama yang ditawarkan JP-MIRAI menjadi salah satu terobosan penting karena menerapkan prinsip rekrutmen yang tidak membebani calon pekerja migran.
"Ini peluang yang sangat baik karena prosesnya dilakukan secara legal dan tanpa membebani masyarakat dengan biaya rekrutmen yang besar," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Dadang Komara mengatakan kerja sama tersebut sekaligus mendukung program penciptaan 10.000 lapangan kerja setiap tahun yang menjadi salah satu prioritas Pemkab Bandung.
Menurut Dakom, sapaan Dadang Komara, Kabupaten Bandung memiliki sekitar 3,8 juta penduduk dengan dominasi usia produktif sehingga perlu terus dibuka akses terhadap pasar kerja nasional maupun internasional.
Sebagai bentuk persiapan, Disnaker Kabupaten Bandung selama beberapa tahun terakhir menjalankan pelatihan bahasa Jepang bagi calon pekerja migran. Pada 2025, sebanyak 161 peserta berhasil bekerja di Jepang dari total 530 peserta pelatihan yang mengikuti program tersebut.
"Secara kumulatif sejak 2021 sampai 2025 sudah ada 418 warga Kabupaten Bandung yang bekerja di Jepang dari total 840 peserta pelatihan bahasa Jepang yang kami fasilitasi," kata Dakom.
Ia menjelaskan kerja sama dengan JP-MIRAI juga mengedepankan prinsip Fair and Ethical Recruitment Initiative (FERI), yaitu sistem rekrutmen yang menempatkan biaya perekrutan sebagai tanggung jawab pengguna atau perusahaan sehingga tidak membebani calon pekerja.
Menurut Dakom, model tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk memastikan pekerja migran asal Kabupaten Bandung berangkat melalui jalur resmi, memperoleh pelatihan yang memadai, serta mendapatkan perlindungan selama bekerja di luar negeri.
Melalui penguatan kerja sama tersebut, Pemkab Bandung berharap semakin banyak generasi muda yang mampu menembus pasar kerja global, meningkatkan kompetensi, sekaligus membawa manfaat ekonomi bagi keluarga dan daerah setelah kembali ke tanah air.(*)
