Sejarah dan Pro Kontra Pesta Kembang Api, Tradisi yang Selalu Meriahkan Tahun Baru Seluruh Dunia

Jurnalis: Filza Tiarania
Editor: Rahmat Rifadin

13 Des 2025 02:15

Thumbnail Sejarah dan Pro Kontra Pesta Kembang Api, Tradisi yang Selalu Meriahkan Tahun Baru Seluruh Dunia
Pesta kembang api yang selalu memeriahkan perayaan pergantian tahun (Foto: iStock photo)

KETIK, SURABAYA – Satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari perayaan malam tahun baru adalah pesta kembang api.

Hampir di seluruh belahan dunia, tradisi menyalakan kembang api untuk merayakan pergantian tahun baru ini dilakukan.

Orang-orang akan merayakan pergantian tahun dengan berkumpul bersama keluarga ditemani oleh suara dan cahaya kembang api yang menambah kesan meriah. Kembang api kerap dinyalakan ketika perayaan perayaan tertentu untuk membuat suasana semakin meriah. 

Pesta kembang api pertama kali dilakukan pada tahun 1486 ketika Raja Henry VII dan isterinya, Elizabeth of York menikah. Kemudian pada tahun 1777, melalui pidatonya presiden kedua Amerika Serikat John Adams meminta masyarakat Amerika untuk menyalakan kembang api ketika memperingati hari kemerdekaan negara mereka. Ia ingin peringatan hari kemerdekaan negara mereka dirayakan dengan meriah dan megah.

Baca Juga:
Pedro Acosta Jujur Soal KTM: Membaik, Tapi Masih Tertinggal dari Ducati dan Aprilia

Maka tepat pada 4 Juli 1777 cahaya kembang api memenuhi langit kota Philadelphia dan sejak hari itu warga Amerika menggunakan kembang api untuk merayakan berbagai perayaan. Seiring berjalannya zaman, tradisi ini akhirnya menyebar ke berbagai wilayah, tidak terkecuali Indonesia. 

Namun di balik meriah dan serunya pesta kembang api, penggunaannya menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Hal ini dikarenakan proses pembuatan kembang api membutuhkan unsur logam seperti strontium, calsium, atau magnesium. Unsur unsur tersebut jika digunakan secara berlebihan dapat mencemari udara serta air.

Tidak hanya itu, kembang api juga mengandung zat kimia yang bisa menghasilkan ribuan ton partikel halus yang biasa disebut PM (Particulate Matter) 10. Partikel tersebut termasuk jenis polutan yang berbahaya karena dapat mengganggu sistem pernafasan manusia maupun hewan.  

Baca Juga:
Alarm untuk Ducati, Bagnaia Nilai Aprilia Sudah di Level Berbeda

Pada akhirnya, tradisi menyalakan kembang api pada malam pergantian tahun memang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah panjang yang menjadikannya simbol kemeriahan.

Kembang api telah menjadi lambang sukacita setiap kali umat manusia memasuki momen penuh harapan. Namun di balik keindahan cahaya yang memenuhi langit malam, penting bagi kita untuk tetap menyadari risiko lingkungan yang ditimbulkannya.

Dengan penggunaan yang bijak dan tidak berlebihan, tradisi turun-temurun ini tetap dapat dinikmati tanpa mengabaikan tanggung jawab untuk menjaga bumi. Semangat perayaan pun tetap hidup, selaras dengan harapan baru yang selalu datang setiap pergantian tahun. (*)

Baca Sebelumnya

Diburu Wisatawan! Offroad Ekstrem Coban Talun Kota Batu, Sensasi Taklukkan Jalur Berlumpur

Baca Selanjutnya

Sebingkai Humanisme di Halaman Kantor Bupati Halmahera Selatan

Tags:

kembang api Pesta Tahun baru Tradisi Amerika new year Malam tahun baru Perayaan pergantian tahun new year eve

Berita lainnya oleh Filza Tiarania

Bukan Sedang Mainan, Ini Alasan Kepiting Pantai Membuat Bola-Bola Pasir!

18 Maret 2026 05:00

Bukan Sedang Mainan, Ini Alasan Kepiting Pantai Membuat Bola-Bola Pasir!

Rumah Sakinah Muhammadiyah Luncurkan Tiga Program Pemberdayaan Baru

17 Maret 2026 15:19

Rumah Sakinah Muhammadiyah Luncurkan Tiga Program Pemberdayaan Baru

Jelang Lebaran RPH Surabaya Lakukan Monitoring, Harga Daging Sapi Naik Rp3.000–Rp5.000

15 Maret 2026 13:01

Jelang Lebaran RPH Surabaya Lakukan Monitoring, Harga Daging Sapi Naik Rp3.000–Rp5.000

Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17,499 Miliar untuk Warga Kota dan Kabupaten Madiun

14 Maret 2026 11:05

Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17,499 Miliar untuk Warga Kota dan Kabupaten Madiun

Jelang Idulfitri, RPH Surabaya Ikut Ramaikan Pasar Murah Ramadan

13 Maret 2026 15:45

Jelang Idulfitri, RPH Surabaya Ikut Ramaikan Pasar Murah Ramadan

Seminggu Sebelum Idul Fitri, Harga Daging di Surabaya Terkendali

13 Maret 2026 12:35

Seminggu Sebelum Idul Fitri, Harga Daging di Surabaya Terkendali

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H