KETIK, SURABAYA – Search and Rescue (SAR) Surabaya mengirim tambahan tim untuk membantu satu unit rescue dari Unit Siaga SAR Malang yang sebelumnya sudah mengevakuasi pendaki yang terperosok di jurang pendakian Gunung Semeru pada Kamis, 4 Juni 2026. Seorang pendaki tersebut diketahui terperosok pada Selasa, 2 Juni 2026 sore.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P menyebutkan tim yang diberangkatkan ke lokasi membawa tambahan peralatan High Angle Rescue Technique (HART) serta starlink untuk mempermudah komunikasi antar personel.
Sementara itu Koordinator Unit Siaga SAR (USS) Malang, Imam Nahrowi menjelaskan bahwa dari posko awal, tim dapat mengakses lokasi dropping dengan menggunakan mobil. Lali pada Kamis, 5 Juni 2026 pagi tim mulai pendakian dari titik dropping menuju evakuasi yang membutuhkan waktu selama 8 jam.
"Kondisi jalur pendakian yang harus dilalui medannya terjal dan banyak kurang yang curam sehingga selain jarak yang jauh, tim juga harus berhati-hati saat naik ke lokasi evakuasi korban," katanya dikutip dari keterangan resmi.
Berdasarkan keterangannya, saat perjalanan menuju tebing pada Rabu, 3 Juni 2025 malam terpaksa dihentikan karena visibilitas terbatas. Pandangan dari tim gabungan terhalang kabut, sehingga berisiko tinggi untuk dilakukan evakuasi pada hari itu.
Baca Juga:
PPIH Debarkasi Surabaya Laporkan 2 Jemaah Haji Wafat dan 3 Masih Dirawat di Arab SaudiBerdasarkan informasi yang didapatkan dari tim yang sudah ada di lokasi, saat ini kondisi survivor mengalami pembengkakan pada ankle kaki kanan. Tiga warga dan dua rekan Cakra yang turut mendaki bersamanya telah berhasil mendekati Cakra di jurang dengan kedalaman 300 meter itu dengan cara mencari jalur menuju ke lokasinya.
“Jadi posisi yang ada di bawah itu sekarang ada enam orang dan tim SAR gabungan yang ada di atas tebing kurang lebih ada 30 orang menunggu peralatan dari tim yang naik tadi pagi selanjutnya rencana evakuasi akan dilakukan dengan menggunakan metode Hauling System” imbuh Imam. (*)