Santri Tewas di Ponpes Kediri, Kemenag Ungkap di 2024 Ada 3 Kasus di Jatim

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

29 Feb 2024 13:02

Headline

Thumbnail Santri Tewas di Ponpes Kediri, Kemenag Ungkap di 2024 Ada 3 Kasus di Jatim
Ilustrasi pengeroyokan. (Foto: Rihad Kumala/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Kasus tewasnya santri asal Banyuwangi di Pondok Pesantren Al Hanifiyyah Kediri karena dianiaya senior, mendorong berbagai pihak mengupayakan penghapusan kultur kekerasan di lembaga pendidikan. Sebab, kasus kekerasan di pondok pesantren di Jatim ini, bukan yang pertama kalinya terjadi sepanjang tahun 2024 yang baru berjalan 2 bulan ini. 

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jatim Mohammad As'adul Anam mengungkapkan kasus yang sama di Jawa Timur, di tahun 2024 ada 3 kejadian.

"Tapi kalau kalau kasus yang muncul di daerah lain itu memang ada, karakteristik yang sama. Kalau di Jatim ini 2024 ada tiga kejadian. Blitar, Kediri dan Malang," tuturnya saat Pres Confrence melalui Zoom Meeting pada Kamis, (29/2/2024).

"Nah yang di Kediri ini sama persis cuma motifnya berbeda. Di Kediri belum, kalau di Malang itu dari gurau di laundry sampai anaknya kena luka bakar setrika," imbuh AnamAnam tanpa merinci lebih detail bentuk kekerasan dari ketiga kasus tersebut. 

Anam menjelaskan perkembangan saat ini dari pihak pesantren Al Hanifiyyah sudah merasa terbuka untuk memberikan informasi.

Dan pihak kepolisian juga sedang mengumpulkan barang-barang bukti sehingga 4 pelaku ini nanti akan dijadikan tersangka.

"Kami dari Kementerian Agama besok akan turun ke lokasi dalam rangka memastikan treatment atau perlakuan kepada mereka atau seperti apa nantinya," paparnya.

Anam menegaskan bahwa Kemenag akan mengawal kasus ini sehingga masyarakat tidak serta merta mengadili begitu saja tetapi problem yang ada di lapangan.

Mengenai ponpes yang belum memiliki izin, Anam menjelaskan karena pesantren tersebut relatif baru. Maka dari itu Kemenag bakal berkoordinasi dengan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Jatim, badan otonom di bawah Nahdlatul Ulama (NU) yang mewadahi pondok pesantren. 

"Pesantrennya relatif baru. Kemudian berdirinya berdampingan dengan ponpes yang sudah lama berdiri, yakni Al-Islahiyah. Jadi memang belum mengajukan izin operasional. Oleh karena itu kami bekerja sama nanti penyelesainnya terkait lembaga pesantren yang belum ada izin," jelasnya.

Untuk jumlah pesantren yang memiliki izin di Jatim sejumlah 7.006, ada penambahan dan perbedaan dari data RMI sekitar 1.200.

"Inilah yang kemudian kami bekerjasama untuk segeta lembaga ini mengajukan operasional," terang Anam.

Untuk antisipasi, Kemenag Jatim sudah melakukan beberapa kegiatan. Namun tahun ini, Kemenag akan menjalankan program yang berisi tentang sosialisasi kegiatan agama yang di dalamnya juga diisi dengan materi anti kekerasan.

"Ada juga manjemen terkait ujian dan sebagainya oleh karena itu besar harapan program ini bisa kami manfaatkan untuk mengurai problem yang ada di pesantren," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Kakanwil Kemenag Jatim Bertemu Bupati Ipuk, Ini yang Dibahas
Baca Juga:
Kepala Daerah Diingatkan Pantau MBG, Gubernur Khofifah Perintahkan Perbaiki Kendala di Lapangan
Baca Sebelumnya

Operasi Pasar di Kota Batu Bakal Diperpanjang

Baca Selanjutnya

Laporkan Penggelembungan Suara, Kawendra: Satu Suara Rakyat Harus Dikawal

Tags:

Santri tewas Pondok Pesantren Al Hanifiyyah ponpes Kemenag Jatim Mohammad As'adul Anam

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar