Waspada! 3.645 sekolah Masuk Kategori Rawan Bencana Tinggi, BPBD Jatim Latih Guru Lewat ToF SPAB

8 Juli 2026 16:15 8 Jul 2026 16:15

Virmin Carlo J., Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Waspada! 3.645 sekolah Masuk Kategori Rawan Bencana Tinggi, BPBD Jatim Latih Guru Lewat ToF SPAB

BPBD Jatim menyelenggarakan Training of Facilitator Satuan bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jatim, Kanwil Kementerian Agama Jatim, dan Dinas Pendidikan Jatim di Surabaya pada 6-7 Juli 2026. (Foto: Humas BPBD Jatim)

KETIK, SURABAYA – Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kembali menyelenggarakan Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (ToF SPAB) yang menyasar perwakilan guru SMA sederajat di Surabaya pada 6-7 Juli 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto menyampaikan melalui ToF SPAB ini diharapkan percepatan ketangguhan sekolah dapat terwujud lewat peningkatan kapasitas guru, yang nantinya diimplementasikan langsung di sekolah masing-masing.

Ini tak lepas dari catatan BPBD bahwa dari total 4.088 SMA sederajat di Jatim, sebanyak 3.645 sekolah atau 89,2 persen masuk kategori rawan bencana tinggi. Sementara, baru sekitar 95 sekolah atau 2 persen saja yang telah mendapatkan pelatihan SPAB.

Gatot Soebroto menegaskan pentingnya ToF SPAB sebagai upaya percepatan ketangguhan sekolah di Jawa Timur. Ia juga menyoroti masih banyaknya sekolah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi yang belum tersentuh pelatihan SPAB.

ToF SPAB kali ini merupakan hasil kolaborasi BPBD Jatim dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jatim, Kanwil Kementerian Agama Jatim, dan Dinas Pendidikan Jatim. Kegiatan ini menjadi rangkaian lanjutan dari ToF SPAB yang sebelumnya digelar secara daring pada 22-23 Juni 2026.

Tercatat sebanyak 50 guru SMA, SMK, dan MA dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur turut serta dalam pelatihan kali ini.

Ketua IGI Jatim Sukari menyampaikan apresiasi kepada BPBD Jatim atas konsistensi kolaborasi dalam menggelar ToF SPAB setiap tahunnya. Menurutnya, pelibatan guru dalam peningkatan kapasitas kebencanaan sangat krusial mengingat posisi guru sebagai ujung tombak proses pendidikan di sekolah.

"Dengan bekal materi kebencanaan yang diberikan, saya yakin ini akan turut mewujudkan percepatan ketangguhan sekolah yang tujuan akhirnya akan menciptakan kondisi satuan pendidikan yang aman dan nyaman," ujar Sukari.

Sejumlah pejabat BPBD turut hadir dalam pembukaan, seperti Sekretaris BPBD Jatim Andhika N. Sudigda, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) Deni Kiki Melia Tamara, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Dhani Aribowo, Tenaga Ahli BPBD Jatim Bige Agus Wahjuono, Tenaga Ahli Sekretariat Nasional SPAB Kemendikdasmen RI Jamjam Muzakki, serta Ketua IGI Jatim Sukari.

Adapun materi yang diberikan selama pelatihan meliputi peta jalan dan kebijakan kerangka kerja SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif (KRBP) dan Tim Siaga Sekolah, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga simulasi bencana.

Sedangkan pada kedua, peserta ToF SPAB berkesempatan mengunjungi Taman Edukasi Bencana milik BPBD Jatim. Selain melihat langsung berbagai fasilitas pembelajaran kebencanaan, para peserta juga diajak menyusun rencana tindak lanjut dari hasil pelatihan tersebut. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kemenag Jatim Dindik Jatim mitigasi bencana Edukasi Bencana Simulasi bencana Jawa timur BPBD Jatim Sekolah Risiko Bencana