Rumah Warga di Desa Baru Halsel Ludes Terbakar, Diduga Akibat Sambungan Listrik Ilegal

Jurnalis: Riman La Maulia
Editor: Aziz Mahrizal

26 Jul 2025 11:22

Thumbnail Rumah Warga di Desa Baru Halsel Ludes Terbakar, Diduga Akibat Sambungan Listrik Ilegal
Kepala Desa Baru, Munir Hi. Halek bersama korban di lokasi kejadian kebakaran, Sabtu, 26 Juli 2025. (Foto: Riman La Maulia/Ketik)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Sebuah rumah warga di Desa Baru, Halmahera Selatan, ludes dilalap si jago merah pada Sabtu malam, sekitar pukul 23.20 WIT. Rumah yang terbuat dari bahan mudah terbakar tersebut diketahui milik pasangan Wa Ibo dan Suriyadi, yang saat kejadian tidak berada di tempat.

Di dalam rumah, hanya ada Waartati, adik bungsu pemilik rumah yang baru berusia sekitar sembilan tahun. Meskipun masih anak-anak, Waartati menunjukkan keberanian luar biasa dengan berhasil menyelamatkan satu unit sepeda motor yang terparkir di dalam rumah. Proses evakuasi ini dibantu oleh ibunya, Watisna, yang berada di rumahnya yang berjarak sekitar 12 meter dari lokasi kebakaran.

Kebakaran bermula saat Waartati dipanggil ibunya yang baru selesai memasak sayur daun singkong. Ketika keluar rumah untuk mencuci muka, Waartati tiba-tiba merasakan hawa panas dari arah rumah tempat ia biasa tidur.

"Rumah itu memang tidak digunakan untuk memasak, hanya sebagai tempat tidur. Karena rumah ibunya kecil, Waartati biasa tidur di rumah kakaknya yang berdinding papan dan beratap seng," ungkap salah seorang warga setempat. 

Baca Juga:
Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

Api dengan cepat menjalar dan menghanguskan seluruh bangunan. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun seluruh isi rumah tidak dapat diselamatkan.

Tim Ketik yang langsung mendatangi lokasi mendapati rumah tersebut kini hanya menyisakan puing-puing. Dugaan awal mengarah pada sambungan listrik ilegal sebagai penyebab utama kebakaran.

Dugaan ini diperkuat oleh pernyataan Muhammad Awal, petugas lapangan dari PLN Unit Layanan Laiwui. 

"Setelah kami cek, rumah korban belum menjadi pelanggan resmi PLN. Mereka menyambung dari rumah orang tua menggunakan kabel yang tidak sesuai standar. Ini sangat berbahaya dan berisiko tinggi memicu kebakaran," tegas Muhammad Awal.

Baca Juga:
Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

Awal menambahkan, pihak PLN akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya instalasi listrik yang aman dan sesuai regulasi. 

"Kami akan lakukan edukasi agar masyarakat paham risikonya. Jangan main-main dengan listrik, keselamatan harus jadi prioritas," tambahnya.

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Desa Baru, Munir Hi. Halek, merespons cepat dengan memberikan bantuan awal berupa uang tunai untuk keperluan pakaian dan perlengkapan sekolah anak korban.

"Atas nama pemerintah desa maupun secara pribadi, saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga diberi ketabahan dan bantuan dari pihak lain bisa segera menyusul," ujar Munir saat meninjau lokasi kebakaran.

Munir juga mengimbau seluruh warga untuk selalu waspada dan memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing agar sesuai standar keamanan. 

"Kami minta masyarakat tidak lagi menggunakan sambungan tidak resmi. Ini menyangkut nyawa dan keselamatan semua anggota keluarga," tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Generasi 80-90an Merapat! Totok Tewel Bicara AI, Royalti dan Kebangkitan Musik Rock

Baca Selanjutnya

DPRD Jombang Desak Verifikasi Ulang Data 21 Ribu Warga yang Kehilangan BPJS

Tags:

Desa Baru kebakaran PLN listrik Halmahera Selatan Halsel

Berita lainnya oleh Riman La Maulia

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

6 April 2026 17:06

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

25 Maret 2026 21:37

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

8 Maret 2026 22:58

Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

4 Maret 2026 11:15

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

27 Februari 2026 03:14

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

25 Februari 2026 21:30

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar