Rp204 Juta Tunggakan Sewa Lapak Pasar Minulyo Diangsur, Pemkab Pantau Progres

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

9 Apr 2025 15:42

Thumbnail Rp204 Juta Tunggakan Sewa Lapak Pasar Minulyo Diangsur, Pemkab Pantau Progres
Gerbang masuk Pasar Minulyo Pacitan, Rabu, 9 April 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Ada angin segar di balik bau ikan asin dan cabai rawit yang menggantung di kios-kios Pasar Minulyo, Pacitan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan mulai melihat ujung terang dari tunggakan sewa lapak yang jumlahnya Rp204 juta.

Kabar baiknya, progres pelunasan perlahan mulai berjalan.

"Informasi terakhir, pelunasan sudah 40 persen. Sekarang tinggal Rp120-an juta," kata Acep Suherman, Kepala Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Disdagnaker) Pacitan, Rabu, 9 April 2025.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Lebih dari 100 pedagang tercatat masih menunggak retribusi tahun 2024-2025.

Dalam Perda Nomor 9 Tahun 2023, tarif sewa lapak sebenarnya tidak mencekik leher: mulai dari Rp700 ribu sampai Rp2 juta per tahun, tergantung kelas lapaknya.

Tapi tetap saja, banyak yang belum mampu setor.

Awalnya, Disdagnaker pasang target Maret 2025 semua lunas. Tapi rupanya, realita di lapangan menertawakan target itu.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

"Harusnya Maret selesai, tapi karena menunggu setelah Lebaran, ya sampai sekarang masih proses," aku Acep.

Dan karena banyak yang masih nunggak, Dinas pun menahan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) untuk 2025. Hanya pedagang yang patuh yang bakal dapat SKRD. Sisanya dipending dulu.

"Yang belum lunas kita pending dulu SKRD-nya," tegas Acep.

Dari semua pasar tradisional di Pacitan—mulai dari Punung, Kebonagung, hingga Arjowinangun—hanya Pasar Minulyo yang bermasalah.

"Yang lainnya alhamdulillah tertib," ucap Acep.

Disdagnaker sendiri mengaku sudah jungkir balik melakukan penagihan. Dari kirim surat peringatan sampai turun langsung ke lapangan.

Bahkan jika ada pedagang yang angkat tangan karena tak sanggup bayar, dinas mempersilakan: silakan mundur, lapaknya bisa dioper ke orang lain.

"Kami tidak masalah jika ditinggalkan karena tidak kuat sewa. Selanjutnya biar kami tawarkan ke yang lain," singgung Acep

Meski begitu, Acep menegaskan pihaknya tak ingin bertindak saklek. Pendekatan humanis tetap jadi pilihan utama.

"Kami sangat memahami mereka. Tapi karena ini sudah diatur dalam Perda, ya mohon kesadarannya," ujar Acep mengingatkan pedagang.

Harapan besar tetap disematkan. Disdagnaker berharap, usai Lebaran, para pedagang akan menunaikan janji mereka: membayar sewa yang tertunda. Karena tanpa dana retribusi, pengelolaan pasar bisa tersendat.

Adapun dari pengakuan para pedagang, alasan mereka adalah pembeli sepi, daya beli lesu, hingga persaingan pasar online dan pasar sayur dadakan jadi biang kerok. (*)

Baca Sebelumnya

16 Difabel Ikut UTBK di UB, Pihak Kampus Siapkan Tim Pendamping

Baca Selanjutnya

Yayasan Ekosistem Lestari Mencari Manager Pusat Reintroduksi Orang Utan, Penempatan Aceh!

Tags:

pacitan Pasar Minulyo Pacitan Disdagnaker Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar