KETIK, BLITAR – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Blitar memastikan akan menggelar aksi damai pada Kamis 7 Mei 2026. Aksi tersebut direncanakan melibatkan lebih dari seribu peserta dan menyasar tiga titik strategis di wilayah Kabupaten Blitar.

 

Ketua Cabang PSHT Kabupaten Blitar, Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara terbuka sekaligus penegasan posisi organisasi di tingkat pusat.

 

“Aksi ini adalah langkah kami untuk memberikan kejelasan kepada publik dan Forkopimda terkait kepengurusan PSHT yang sah secara hukum,” ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Baca Juga:
DKPP Blitar Kejar LTT 50 Ribu Hektare, Optimistis Jadi Penopang Beras Nasional

 

Ia menjelaskan, rute aksi akan dimulai dari depan Kantor DPRD Kabupaten Blitar, dilanjutkan ke Polres Blitar, dan berakhir di Kantor KONI Kabupaten Blitar. Seluruh rangkaian kegiatan dipastikan berjalan tertib dengan pengawalan dan koordinasi bersama aparat keamanan.

 

Lebih lanjut, Bagas sapaan akrabnya menyebut bahwa legalitas kepemimpinan PSHT telah memiliki dasar hukum yang kuat. Hal ini merujuk pada putusan Peninjauan Kembali (PK) oleh Mahkamah Agung yang menetapkan Muhammad Taufiq sebagai Ketua Umum PSHT yang sah.

Baca Juga:
Guntur Wahono Turun Langsung, Ribuan Warga Serbu HUT Laskar Peduli Kasih di Ponggok Blitar

 

Menurutnya, langkah ini juga menjadi bentuk dorongan kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan organisasi di luar kepengurusan resmi.

 

“Kami ingin semuanya jelas. Jika ada pihak yang mengaku PSHT di luar kepemimpinan yang sah, itu sudah masuk kategori organisasi tanpa bentuk,” tegasnya.

 

Meski demikian, ia memastikan seluruh peserta aksi akan menjunjung tinggi nilai-nilai ketertiban dan hukum selama kegiatan berlangsung. Ia bahkan mengingatkan agar tidak terpancing provokasi dari pihak luar.

 

“Kalau sampai ada tindakan anarkis, kami pastikan itu bukan bagian dari kami. Itu penyusup yang ingin menciptakan situasi tidak kondusif,” imbuhnya.

 

Bagas juga mengimbau seluruh peserta untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan tata cara penyampaian pendapat di muka umum. Ia berharap aksi ini dapat menjadi cerminan nilai luhur PSHT yang menjunjung etika dan persaudaraan.

 

“Aksi ini bukan sekadar turun ke jalan, tapi juga menunjukkan bahwa PSHT adalah organisasi yang taat hukum dan berbudaya,” pungkasnya.