Revitalisasi Selesai, Alun-Alun Tugu Malang Dapat Dikunjungi Warga

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: M. Rifat

9 Okt 2023 08:46

Thumbnail Revitalisasi Selesai, Alun-Alun Tugu Malang Dapat Dikunjungi Warga
Kondisi Alun-Alun Tugu Kota Malang tampak dari atas usai proses renovasi selesai, (9/10/2023). (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Proses revitalisasi Alun-Alun Tugu Kota Malang kini telah selesai tepat waktu dari perjanjian kontrak. Meskipun belum diresmikan, seluruh warga sudah diperbolehkan berkunjung ke alun-alun yang terletak di depan Balai Kota dan Kantor DPRD Kota Malang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Wijaya menjelaskan beberapa hari kemarin sudah banyak warga yang penasaran dengan bentuk Alun-Alun Tugu setelah revitalisasi. Bahkan saat masih dalam perbaikan pun sudah ada pengunjung yang datang untuk berfoto-foto.

"Secara simbolis kami dari DLH Kota Malang menyatakan bahwa pekerjaan di alun-alun tugu sidah selesai sesuai kontrak. Tinggal secara seremonial Pj Wali Kota Malang berkenan membuka atau tidak, kita masih menunggu arahan lebih lanjut," ujar Rahman pada Senin (9/10/2023).

Saat ini Alun-Alun Tugu Kota Malang dalam tahap pemeliharaan selama 6 bulan ke depan usai berakhir masa kontrak oada 9 Oktober 2023. Meskipun masyarakat dibebaskan berkunjung, namun Rahman masih menyusun skema untuk memonitor keamanan di sana. Mengingat beberapa waktu lalu sempat ramai orang-orang yang memarkirkan kendaraannya di area jogging track.

Baca Juga:
Kedai Kopi Cahaya Baru, Ruang Singgah Anak Muda di Tengah Hiruk Pikuk Kota Malang

"Tinggal bagaimana menyiasati supaya jogging track tidak dibuat parkir kendaraan, namun betul-betul bisa difungsikan sebagai jogging track," lanjutnya.

Pedagang Kaki Lima (PKL) pun tidak diperkenankan berjualan di area Alun-Alun Tugu. Nantinya DLH Kota Malang akan berkoordinasi untuk penegakkan Perda.

"PKL seharusnya tidak boleh masuk. Nanti kita koordinasikan dengan penegak Perda dan kita kolaborasi dengan perangkat daerah lain," lanjutnya.

Rahman juga menyinggung terkait tempat duduk yang dikonsep berbeda seperti bangku taman lainnya. Di Alun-Alun Tugu, sudah tidak menggunakan kayu maupu besi swbagai tempat duduk, melainkan bollard yang didesain tanpa sandaran.

Baca Juga:
Plastik dari Singkong Ini Bisa Dimakan, Karya Lulusan Terbaik ITN Malang

Menurut Rahman, desain tersebut diciptakan untuk menghindari tindakan tak senonoh di tempat umum.

"Konsep baru mencoba suatu inovasi untuk menanggapi keluhan yang beredar di masyarakat terkait tindakan asusila. Desain yang bisa berhimpitan atau bersinggungan seperti itu merupakan inovasi di Alun-Alun Tugu. Makanya konsep tempat duduknya bulat, single, jadi mengurangi upaya asusila," jelasnya.

Kini ia tinggal menunggu koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang untuk menambahkan zebra cross dan pita kejut di kawasan sekitar Alun-Alun Tugu. Mengingat kini alun-alun tidak memiliki pagar pembatas dan fasilitas penyeberangan jalan, masyarakat diimbau berhati-hati dalam berkenda.

"Ada koordinasi dari lintas OPD terutama dengan Satpol PP dan Dishub terkait zebra cross dan pita kejut untuk memasuki area alun-alun, supaya bisa menurunkan kecepatannya. Harapannya tidak terjadi hal-hal berbahaya seperti kecepatan tinggi. Tapi kembali ke masing-masing perangkat daerah, ada anggarannya apa tidak," tambahnya.(*)

Baca Sebelumnya

KAI Daop 8 Surabaya Raih Penghargaan di Ajang Jatim Fest 2023

Baca Selanjutnya

Jumlah Kasus KDRT di Pacitan Menurun, Ini Penyebabnya

Tags:

Alun-alun Tugu Kota Malang Revitalisasi Alun-Alun Tugu Kota Malang DLH Kota Malang jogging track

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar