Rencana Impor 105.000 Pickup India untuk KDMP Tuai Kritik, PDIP Minta Pemerintah Lindungi Pabrikan Lokal

Editor: Muhammad Faizin

26 Feb 2026 12:10

Headline

Thumbnail Rencana Impor 105.000 Pickup India untuk KDMP Tuai Kritik, PDIP Minta Pemerintah Lindungi Pabrikan Lokal
Penampakan pick up asal India yang diimpor untuk Koperasi Desa Merah Putih. (Foto: Mahindra)

KETIK, JAKARTA – Rencana pemerintah mengimpor 105.000 unit mobil pickup dari India untuk Koperas Desa Merah Putih (KDMP) terus menuai sorotan dari PDI Perjuangan. Partai berlambang banteng itu mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak sampai merugikan industri otomotif dalam negeri yang selama ini telah berinvestasi besar dan menyerap banyak tenaga kerja.

Kritikan tersebut disampaikan anggota Komisi X DPR RI dari PDIP, Adian Napitupulu. Mantan aktivis 98 ini menilai rencana impor dalam jumlah besar harus dikaji secara cermat. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap pabrikan lokal, termasuk potensi tekanan terhadap produksi dalam negeri jika pasar dibanjiri kendaraan impor.

Menurut Adian, industri otomotif nasional bukan hanya soal penjualan kendaraan, tetapi juga menyangkut rantai pasok yang luas, mulai dari industri komponen, tenaga kerja, hingga investasi yang telah berjalan bertahun-tahun. Jika kebijakan impor tidak diimbangi dengan perlindungan dan strategi yang tepat, dikhawatirkan akan melemahkan daya saing produsen lokal.

“Kan kemarin dari Pak Dasco sudah menyampaikan untuk menunggu dari Presiden ya terkait dengan itu. Ya kita tunggu saja. Tapi sebenarnya kalau kita lihat, sebenarnya kan ada apa sih istilahnya kalau kita bikin mobil tuh ada komponen lokal yang diproduksi lokal, TKDN. TKDN, kandungan dalam negerinya lah gitu lho. Rata-rata kan kalau saya tidak salah ya itu sudah rata-rata 40%,” ujar Adian seperti dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com, Kamis, 26 Februari 2026.

Baca Juga:
Total 361 Koperasi Tercatat di Halmahera Selatan

Rencana impor tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan kendaraan niaga ringan, khususnya di sektor usaha kecil dan menengah, serta mendukung peremajaan armada kendaraan yang dinilai sudah tua. Namun, PDIP meminta agar tujuan tersebut tidak mengorbankan kepentingan industri dalam negeri.

Adian juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan neraca perdagangan sektor otomotif. Masuknya puluhan ribu unit kendaraan dari luar negeri berpotensi menambah tekanan terhadap produk lokal jika tidak disertai kebijakan afirmatif bagi produsen nasional.

“Apakah kemudian impor yang dari India ini juga memenuhi kriteria itu? Jangan sampai kemudian pabrikan-pabrikan yang sudah membangun di Indonesia, yang sudah memenuhi 40% TKDN itu kemudian kehilangan kesempatan karena hal-hal lain,” ungkap alumnus UKI ini.

Ia mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog dengan pelaku industri otomotif dan DPR sebelum kebijakan dijalankan. Menurutnya, kebijakan perdagangan dan industri harus disusun dengan prinsip memperkuat struktur ekonomi nasional, bukan sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek.

Baca Juga:
3.505 KDMP Rampung, Pemerintah Siapkan Skema Vertikal untuk Lahan Sempit

Sorotan ini menambah daftar perdebatan terkait arah kebijakan industri otomotif Indonesia. Di satu sisi, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan kendaraan niaga dan mempercepat peremajaan armada. Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa langkah tersebut dapat berdampak pada keberlanjutan pabrikan dalam negeri yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem industri nasional.

 

Baca Sebelumnya

Manfaat Ramadan untuk Kehidupan, Rahasia Nikmat Ibadah Ala Kiai Darul Arqom

Baca Selanjutnya

Tilawah adalah Ibadah Utama di Bulan Suci, Tapi Bukan "the One and Only"

Tags:

Koperasi Desa Merah Putih KDMP impor pick up untuk koperasi pick up asal India PDIP Adian Napitupulu

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar