Relung Forum Gelar Diskusi, Dalami Komitmen Cakada Sumsel Realisasikan Transisi Energi

Jurnalis: Wisnu Akbar Prabowo
Editor: Millah Irodah

22 Nov 2024 21:38

Thumbnail Relung Forum Gelar Diskusi, Dalami Komitmen Cakada Sumsel Realisasikan Transisi Energi
Diskusi publik bertema "Mendalami Komitmen Calon Kepala Daerah dalam Transisi Energi di Sumsel" yang digelar oleh Relung Forum di Kawan Ngopi Cafe, Jumat 22 November 2024. (Foto: Wisnu Akbar Prabowo/Ketik.co.id)

KETIK, PALEMBANG – Relung Forum mengadakan diskusi bertema "Mendalami Komitmen Calon Kepala Daerah dalam Transisi Energi di Sumsel" di Kawan Ngopi Cafe, Jumat 22 November 2024.

Dalam diskusi itu, para narasumber membedah komitmen menuju energi bersih para calon kepala daerah (Cakada) Sumsel.

Akademisi Ahli Lingkungan dari Universitas Sriwijaya, Imam Asngari mengatakan, perubahan atau transisi dari energi fosil menjadi energi nonfosil akan membuat suatu kejutan dalam sektor ekonomi.

Dia menjelaskan, sektor ekonomi provinsi Sumsel masih sangat bergantung pada pertambangan. Imam memaparkan, sektor pertambangan dan penggalian masih menyumbangkan lebih dari 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumsel.

Baca Juga:
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Ekonomi Jatim Terancam Melambat: DPRD Desak Mitigasi

"Perubahan dari energi fosil ke nonfosil akan membuat suatu kejutan dalam ekonomi, ekonomi bisa menurun dari berbagai skenario," katanya.

Untuk mendukung transisi energi kotor menuju energi baru terbarukan (EBT), Imam mengatakan bahwa pemerintah juga perlu melakukan transformasi ekonomi.

Sebab, dengan mengurangi pendapatan dari sektor pertambangan, maka masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan pendapatan dari pertambangan, harus mencari sumber penghidupan baru.

Apabila transisi energi tak sejalan dengan transformasi ekonomi, maka pertumbuhan ekonomi Sumsel akan menurun.

Baca Juga:
Perantau asal Sumsel di Jatim Merapat! Kangen Kampung Halaman? Ayo Hadir di Silaturahmi Akbar "Dari Kito untuk Kito"

"Tentu pertumbuhan ekonomi di pertambangan akan berkurang, hal ini menyebabkan ekonomi menurun, kemiskinan meningkat, dan pengangguran meningkat," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Pilar Nusantara, Rabin Ibnu Zainal mengungkapkan, para calon kepala daerah (Cakada) Provinsi Sumsel telah memiliki program seputar transisi dan ketahanan energi.

Namun, dari ketiga cakada yang ada, Rabin menganalisis bahwa apa yang disampaikan oleh para cakada baru sebatas tataran pengetahuan dasar transisi energi.

Menurutnya, program-program yang disampaikan baru sebatas peroalan teknis yang mudah untuk dibahas. Akan tetapi, mereka belum memiliki pola pikir yang mendalam mengenai perubahan energi.

"Dari ketiga kandidat, saya menganalisis apa yang dibicarakan itu baru tataran pengetahuan dasar transisi energi, persoalan teknis yang mudah. Kandidat belum paham ketika melakukan transisi energi dampaknya apa. Itu hanya sebatas program, bukan mindset," paparnya.

Dia menyebutkan, jika transisi energi diharapkan mempunyai dampak positif, maka harus diiringi juga dengan transformasi ekonomi untuk menjamin pekerjaan dan tatanan sosial di masyarakat.

"Transisi energi tanpa transisi ekonomi, itu kebablasan. Tidak ada master plan," tegasnya.

Lebih lanjut, Jurnalis dari Jejaring Transisi Energi, Taufik Wijaya menyatakan, untuk melihat komitmen cakada Sumsel mengenai transisi energi, maka masyarakat bisa melihat latar belakang para calon.

Sebab, latar belakang para calon merepresentasikan tingkat kepedulian dan pemahaman mereka mengenai suatu permasalahan, dalam hal ini masalah transisi energi kotor menuju EBT.

"Kita analogikan tukang bakso yang ingin memajukan industri pempek. Itu 'kan tidak masuk akal. Harusnya tukang pempek yang memajukan industri pempek, karena itu bidang dia," tuturnya.

Dia berharap para pemilih bisa bijak dalam menentukan pilihannya, sebab energi bersih harus dikembangkan berdasarkan nilai ekonomis yang dinikmati masyarakat, bukan hanya menguntungkan industri semata.

Menurutnya, transisi energi kotor menuju EBT memiliki sejumlah peluang positif untuk kesejahteraan masyarakat. Namun, peluang tersebut belum disertai transformasi ekonomi yang jelas.

"Ada berapa peluang yang cukup menarik. Ada strategi, tapi tranformasi ekonominya belum jelas," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Silaturahmi HKTI Fadli Zon dan Moeldoko, Sepakat Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Baca Selanjutnya

Puluhan Ribu Buruh Kabupaten Bandung Kerahkan Dukungan ke Dadang Supriatna-Ali Syakieb

Tags:

transisi energi energi baru terbarukan EBT Calon Kepala Daerah sumsel diskusi Batu Bara Ekonomi

Berita lainnya oleh Wisnu Akbar Prabowo

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

10 Februari 2025 19:09

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

7 Februari 2025 16:29

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

31 Januari 2025 14:09

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

30 Januari 2025 17:35

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

28 Januari 2025 12:16

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

28 Januari 2025 11:05

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H