Reklamasi Ancam Ekosistem di Pesisir Camplong Sampang

Jurnalis: Mat Jusi
Editor: Mustopa

17 Agt 2025 19:49

Thumbnail Reklamasi Ancam Ekosistem di Pesisir Camplong Sampang
Salah satu kondisi urukan sirtu di pesisir Kecamatan Camplong tepatnya di Taddan (Foto: Rosi).

KETIK, SAMPANG – Pesisir Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, kini menghadapi kerusakan lingkungan yang semakin parah. 

Lahan yang semestinya menjadi kawasan perlindungan ekosistem justru berubah fungsi menjadi tanah reklamasi hasil timbunan sirtu, lalu diduga diperjualbelikan secara terang-terangan oleh oknum, termasuk diduga melibatkan Kepala desa setempat.

Praktik tersebut marak terjadi di sejumlah desa pesisir Kecamatan Camplong, antara lain Desa Dharma Tanjung, Desa Sejati, Desa Dharma Camplong, Desa Tambaan, Desa Banjar Talelah dan Desa Taddan.

Informasi yang dihimpun Ketik menyebutkan, aktivitas ini berlangsung bertahun-tahun. Lahan yang dibeli langsung diurug untuk dijadikan bangunan rumah maupun tempat usaha.

Baca Juga:
Abrasi Sungai Saddang Ancam Saluran Induk Irigasi Pertanian Pinrang, Ini Tanggapan Anggota DPRD

Lebih memprihatinkan, sebagian kawasan bahkan dialihfungsikan menjadi lahan basah yang dieksploitasi sebagai tambang galian C ilegal. Hasil tambangnya berupa pasir dijual untuk kepentingan komersial.

Akibat praktik tersebut, hutan bakau yang menjadi benteng alami pantai mati secara masif. Ekosistem terumbu karang hancur karena sedimentasi, arus laut berubah, sementara sumber penghidupan nelayan menurun drastis. Abrasi pun semakin menggerus garis pantai Camplong.

Ironisnya, meski kerusakan sudah tampak jelas, Pemerintah Kabupaten Sampang hingga kini terkesan tutup mata. Tidak upaya penertiban maupun pemulihan yang dilakukan.

Padahal aktivitas itu melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 jo. UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Baca Juga:
Serius Wujudkan Jepara Mulus, Mas Wiwit Jemput Bola ke Kementerian PUPR

Ketua Barisan Pemuda Peduli Desa, Agung Pratama Deny Logito mengecam keras praktik tersebut.

"Ini jelas perampasan ruang publik dan pengkhianatan terhadap lingkungan hidup. Tanah reklamasi dan lahan basah itu seharusnya untuk kepentingan umum dan konservasi, bukan untuk diperdagangkan atau ditambang secara ilegal. Pemkab Sampang tidak boleh diam," tegasnya.

Ia mengataka , apabila pemerintah daerah tetap membiarkan, pihaknya akan membawa kasus ini ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta aparat penegak hukum pusat.

"Kalau dibiarkan, Camplong bukan hanya kehilangan garis pantainya, tetapi juga hancur ekosistem laut dan hilang mata pencaharian nelayan," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Timnas Voli Putri Indonesia U-21 Kalah 2-3 Lawan Puerto Rico, Finis 16 Besar

Baca Selanjutnya

Bupati Sampang: Semangat HUT Ke-80 RI Harus Jadi Pelecut untuk Majukan Daerah

Tags:

Abrasi Pesisir Kecamatan Camplong Urukan Sirtu Reklamasi Pantai

Berita lainnya oleh Mat Jusi

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

13 April 2026 11:44

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

12 April 2026 23:06

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

Kolaborasi dengan Ketik.com, Bank Sampang Tanggung Biaya Makan Santri Yatim Piatu

12 April 2026 22:47

Kolaborasi dengan Ketik.com, Bank Sampang Tanggung Biaya Makan Santri Yatim Piatu

Buku Di Balik Layar Demokrasi Karya Miftahur Rozaq Resmi Diluncurkan, Tamsul: Bukti Kader PMII Produktif di Dunia Literasi

11 April 2026 23:30

Buku Di Balik Layar Demokrasi Karya Miftahur Rozaq Resmi Diluncurkan, Tamsul: Bukti Kader PMII Produktif di Dunia Literasi

Kisah Haru Abd Qodir, Santri Yatim Piatu di Sampang yang Gigih Belajar di Tengah Keterbatasan Biaya

11 April 2026 12:09

Kisah Haru Abd Qodir, Santri Yatim Piatu di Sampang yang Gigih Belajar di Tengah Keterbatasan Biaya

Kades Banjar Talela Sampang Mantu, Persiapan Hampir Rampung

10 April 2026 19:45

Kades Banjar Talela Sampang Mantu, Persiapan Hampir Rampung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar