KETIK, JAKARTA – Muhammad Fadil Imran ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ). Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Pengangkatan Fadil Imran berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 40/M Tahun 2026. Ia dilantik bersama Aryanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Muhammad Fadil Imran merupakan purnawirawan perwira tinggi Polri. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya ketika masih aktif di Korps Bhayangkara.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini pernah menjabat sebagai Kapolres KP3 Tanjung Priok, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau, serta Kapolres Metro Jakarta Barat.
Pada 2018, Fadil Imran diangkat sebagai Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Ia sempat dipercaya menjadi Staf Ahli Sosial Budaya Kapolri sebelum mendapat penugasan sebagai Kapolda Jawa Timur pada 2020.
Baca Juga:
Syahganda Nainggolan Ungkap Arahan Presiden Prabowo Usai Dilantik sebagai Kepala BakomSetelah dari Jawa Timur, Fadil Imran menakhodai Polda Metro Jaya hingga 2023. Ia kemudian dipromosikan sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Sebelum pensiun pada 2026, purnawirawan Polri kelahiran Ujung Pandang ini sempat dipercaya sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops).
Usai purnatugas dari Kepolisian, Fadil Imran terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 2024-2028. Ia juga diangkat sebagai Komisaris PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID).
Fadil Imran juga diketahui menjadi bapak asuh dari pembalap asal Magetan, Mario Aji yang kini mentas di Moto2.
Baca Juga:
Prabowo Lantik Pratikno sebagai Ketua dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua WantimpresSetelah diangkat sebagai Wakil Kepala BOPPJ, Fadil akan fokus menangani pengelolaan dan pembangunan kawasan Pantai Utara Jawa.
Tugasnya berkaitan dengan penguatan pengelolaan kawasan Pantura, termasuk dukungan terhadap program pembangunan giant sea wall dan penanganankawasan pesisir.(*)