Ratusan Santri Sampang Gelar Demo di Surabaya, Tuntut Chairul Tanjung Minta Maaf

Jurnalis: Samsul HM
Editor: Muhammad Faizin

18 Okt 2025 11:47

Thumbnail Ratusan Santri Sampang Gelar Demo di Surabaya, Tuntut Chairul Tanjung Minta Maaf
Ratusan santri Sampang gelar demo untuk memprotes tayangan Trans7 yang dinilai merendahkan kiai dan santri. (Foto: Mat Jusi/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Ratusan santri yang tergabung dalam Himpunan Alumni Santri dan Simpatisan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lepelle (HIASAN-MU), Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, menggelar aksi demonstrasi besar di depan The Trans Icon, Surabaya, Jumat, 17 Oktober 2025. 

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap program televisi Xpose Uncensored yang ditayangkan di Trans7. Para peserta aksi menilai tayangan tersebut menghina ulama dan mencemarkan nama baik pesantren, khususnya dengan menampilkan narasi yang dianggap merendahkan tokoh-tokoh kiai, seperti KH Anwar Manshur dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, serta KH Ali Mustakim dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lepelle,Kecamatan Robatal Kabupaten Sampang.

Koordinator aksi, Mat Jusi, menyampaikan orasi dengan suara lantang di hadapan gerbang Trans Icon Mall. Dalam orasinya, ia menuntut permintaan maaf resmi dari pimpinan Trans7 dan pemilik TransCorp, Chairul Tanjung, atas penayangan yang dianggap tidak beretika tersebut.

“Ini bukan perkara sepele. Tuntutan kami jelas: permintaan maaf resmi dari pimpinan tertinggi Trans7, yaitu Choirul Tanjung harus sowan ke Kh Ali Mustaqim Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lepelle,” ujar Mat Jusi yang disambut pekikan ‘betul!’ dari ratusan santri.

Baca Juga:
Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

Dalam pernyataannya, Mat Jusi menegaskan bahwa apabila tuntutan tidak dipenuhi, aksi akan berlanjut dan meluas. Ia bahkan menyebutkan kemungkinan boikot terhadap seluruh anak perusahaan TransCorp.

“Kalau tidak ada respons, kami akan menduduki seluruh jaringan anak perusahaan TransCorp. Ini bukan gertakan kosong,” tegasnya.

"Kami santri yang dikenal dengan kaum sarungan, namun kami tidak gentar bertarung dengan choirul Tanjung," imbuhnya.

Para peserta aksi membawa berbagai poster protes bertuliskan, antara lain, “Harga Diri Pesantren Tidak Dijual di Layar Sensasi Murahan” dan “Pesantren Disudutkan, Trans7 Harus Dihukum, Jangan Biarkan Fitnah Jadi Hiburan.”

Baca Juga:
Bau Limbah Kotoran Ayam Dikeluhkan Warga Bunten Barat Sampang, Diduga Milik Andi

Aksi massa juga dimeriahkan dengan pemukulan beduk yang dibawa dari pesantren sebagai simbol protes. Meski berlangsung dengan semangat tinggi, massa memastikan bahwa aksi tetap berada dalam koridor damai.

“Kami ini santri, bukan demonstran bayaran. Aksi ini lahir dari diskusi panjang, bukan dadakan,” tambah Mat Jusi.

Mat Jusi juga menyatakan bahwa permintaan maaf dari pihak Trans7 sebelumnya dinilai tidak menyentuh substansi persoalan dan cenderung melempar tanggung jawab kepada rumah produksi.

“Trans7 tidak bisa cuci tangan. Media sebesar itu seharusnya mengontrol isi siarannya,” ujar salah satu orator.

Lebih lanjut, massa menuntut tanggung jawab langsung dari Chairul Tanjung sebagai pemilik Trans7 dan TransCorp. Mereka mendesak adanya klarifikasi dan permintaan maaf terbuka kepada KH Ali Mustakim, seluruh santri, serta seluruh kiai dan pesantren di Indonesia.

HIASAN-MU juga mengeluarkan lima poin tuntutan resmi:

1. Permintaan maaf terbuka dan resmi dari Chairul Tanjung, Trans7, serta tim Xpose Uncensored kepada KH Ali Mustakim, seluruh santri dan simpatisan pesantren, serta seluruh kiai dan pesantren di Indonesia. Permintaan maaf harus disiarkan secara nasional dengan format dan durasi yang sebanding dengan tayangan yang dinilai mencemarkan nama baik.

2. Klarifikasi publik dari Trans7 mengenai proses produksi tayangan, termasuk sumber narasi dan data, proses verifikasi redaksional, dan alasan penyusunan narasi.

3. Sanksi internal terhadap tim produksi Xpose Uncensored dan pertanggungjawaban etik jurnalistik dari seluruh pihak yang terlibat.

4. Tuntutan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar memberikan sanksi tegas atas pelanggaran kode etik jurnalistik dan penyiaran.

5. Bila dalam waktu 3 x 24 jam tuntutan tidak dipenuhi, HIASAN-MU menyatakan akan menggelar aksi massa lanjutan secara damai, mengajukan gugatan hukum, serta menyerukan boikot terhadap Trans7 dan seluruh anak perusahaan TransCorp.

Baca Sebelumnya

Wabup Tulungagung Hadiri Groundbreaking KDMP Serentak di 800 Titik se-Indonesia

Baca Selanjutnya

Tim Tarsius Polres Bitung Tangkap Predator Anak dan Pelaku Penganiayaan

Tags:

Xpose Uncensored Trans7 TransCorp Chairul Tanjung Santri Sampang Madura Himpunan Alumni Santri dan Simpatisan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lepelle Permintaan Maaf Lirboyo Kiai

Berita lainnya oleh Samsul HM

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

12 April 2026 10:20

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

12 April 2026 06:45

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

8 April 2026 12:20

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

6 April 2026 18:14

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

5 April 2026 08:04

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

4 April 2026 17:00

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar