KETIK, HALMAHERA SELATAN – Perjalanan kerja Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, sepanjang pertengahan hingga akhir September 2026 tidak berhenti di ruang rapat. Dalam rentang 15–22 September, sedikitnya lima kegiatan terbarunya menjangkau desa, lapangan olahraga, kawasan pesisir, hingga ruang perlindungan warga.

Rangkaian itu dimulai dari Wayamiga, bergerak ke Koititi dan Bumi Rahmat, lalu berujung di Pigaraja. Isunya berbeda, tetapi memiliki satu garis penghubung: membawa kebijakan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Agenda paling akhir berlangsung di Desa Pigaraja, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Selasa, 22 September 2026. Bersama Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Bank Indonesia, Yayasan The Tebings, dan kelompok nelayan, Helmi mendorong Pigaraja berkembang menjadi desa nelayan modern berbasis teknologi, koperasi, dan penguatan usaha masyarakat.

Di desa pesisir itu, modernisasi tidak diterjemahkan sebagai penggunaan peralatan mahal. Helmi menempatkan perangkat sederhana seperti GPS sebagai kebutuhan keselamatan sekaligus alat untuk membantu nelayan bekerja lebih efisien. Budidaya laut dan air tawar juga didorong agar keluarga nelayan tetap mempunyai sumber penghasilan ketika cuaca buruk menghentikan aktivitas melaut.

“Teknologi ini bukan soal kemewahan, melainkan kebutuhan keselamatan sekaligus kunci agar hasil tangkapan semakin meningkat,” kata Helmi.

Baca Juga:
Pemkab Halmahera Selatan Siapkan Pembenahan Dermaga dan Pasar Ikan Babang

Perhatian tidak hanya diarahkan pada hasil tangkapan. Ikan yang tiba di darat didorong masuk ke tahap pengolahan, pengemasan, dan pemasaran yang lebih luas. Dengan begitu, nelayan tidak terus menjual ikan mentah dalam keadaan mudah rusak atau bergantung pada satu pengepul.

Masih pada hari yang sama, Helmi bersama Sarbin resmi bergabung dalam jajaran Dewan Pembina Yayasan The Tebings. Surat keputusan kepengurusan diserahkan Ketua Dewan Pembina M. Ridha Ajam di Pigaraja. Penyerahan SK dirangkaikan dengan peninjauan fasilitas cold storage bantuan Bank Indonesia dan dialog bersama Kelompok Nelayan Ginoti serta tokoh masyarakat.

Sehari sebelumnya, Senin, 21 September 2026, Helmi membuka Turnamen Bumi Rahmat Cup di Lapangan Desa Bumi Rahmat. Di tengah ramainya kompetisi antartim, ia mengingatkan bahwa turnamen desa tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga harus menjadi ruang pembinaan bakat, kebersamaan, dan sportivitas generasi muda.

“Junjung tinggi sportivitas, main jujur, dan ingat bahwa persaudaraan lebih berharga daripada piala,” ujarnya.

Baca Juga:
Pelajar Halmahera Selatan Tembus Podium Nasional, Aufar Zayyan Sabet Perak Kedua

Dua hari sebelumnya, Sabtu, 19 September 2026, Helmi berada di Desa Koititi, Kecamatan Gane Barat. Ia meninjau lahan hibah yang disiapkan pemerintah desa untuk rencana pembangunan gedung cold storage. Peninjauan dilakukan bersama Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Halmahera Selatan.

Fasilitas penyimpanan dingin itu disiapkan untuk menjaga mutu dan memperpanjang daya simpan hasil tangkapan. Namun, hingga laporan kegiatan diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi mengenai besaran anggaran, kapasitas penyimpanan, model pengelolaan, maupun jadwal pembangunannya.

Langkah lain berlangsung di Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur, Selasa, 15 September 2026. Helmi meresmikan Pos Pengaduan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang dibentuk Pemkab Halmahera Selatan bersama LSM Srikandi Sibela dan Kohati Cabang Bacan.

Pos tersebut menjadi pintu awal bagi warga untuk melaporkan kasus, memperoleh respons pertama, dan terhubung dengan layanan pendampingan. Enam warga disiapkan sebagai pengurus awal. Pemerintah daerah juga mendorong mekanisme pelaporan daring dan penguatan pengawasan pada lokasi yang dinilai rawan.

Kehadiran pos pengaduan menjadi penting karena Kepala DP3AKB Halmahera Selatan mencatat 60 laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak Januari hingga awal September 2026. Sebanyak 38 di antaranya melibatkan kekerasan seksual terhadap anak, sedangkan 22 lainnya berkaitan dengan KDRT dan kekerasan psikis terhadap perempuan.

Lima kegiatan itu memperlihatkan luasnya agenda yang disentuh dalam waktu singkat: keselamatan dan nilai tambah hasil laut, kelembagaan masyarakat pesisir, pembinaan pemuda melalui olahraga, infrastruktur perikanan, serta perlindungan perempuan dan anak.

Dari lima agenda tersebut, pembangunan cold storage Koititi masih berada pada tahap penyiapan lahan, sedangkan Pigaraja tengah didorong menuju desa nelayan modern. Bumi Rahmat Cup telah resmi dibuka sebagai ruang kompetisi olahraga bagi generasi muda, sementara Pos Pengaduan Wayamiga mulai berjalan dengan enam warga yang disiapkan sebagai pengurus awal untuk menerima laporan dan menghubungkan korban dengan layanan pendampingan.