KETIK, BOGOR – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Hasan Ali Bassam Kasuba, menegaskan pentingnya riset, inovasi, dan pendampingan sebagai fondasi pengembangan konsep Agromaritim yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembangunan daerah.
Penegasan itu disampaikan Bassam saat diwawancarai sejumlah wartawan di Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam rangkaian IPB Stakeholder Forum yang mempertemukan berbagai mitra strategis perguruan tinggi tersebut.
Bagi Bassam, keikutsertaan pemerintah kabupaten dalam agenda akademik tersebut memiliki arti tersendiri. Selain membuka ruang komunikasi, forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak.
Ia pun mengawali keterangannya dengan menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang kembali diperoleh Halmahera Selatan untuk mengambil bagian dalam pertemuan tersebut.
“Kami sudah ikut terlibat dalam IPB Stakeholder Forum ini. Kami cukup bersyukur karena ini merupakan kehormatan bagi kami di Halmahera Selatan,” kata Bassam Sabtu, 7 November 2026.
Pembicaraan kemudian mengarah pada visi pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, yakni mengintegrasikan kekuatan sektor pertanian dan kelautan dalam satu kerangka pengembangan ekonomi.
Melalui agenda tersebut, Bassam melihat peluang mempertemukan karakteristik wilayah kepulauan dengan kapasitas keilmuan, pengalaman, serta jejaring kelembagaan yang dimiliki para pemangku kepentingan. Pertemuan lintas sektor itu diharapkan membuka jalan bagi penguatan program yang disesuaikan dengan keunggulan dan kebutuhan lokal.
Harapan tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya membangun hubungan yang lebih luas dengan lingkungan akademik.
“Alhamdulillah, saat ini kami menerapkan konsep Agromaritim. Pertemuan ini mempertemukan semua mitra IPB yang berkaitan erat dengan potensi-potensi yang ada. Ini menjadi hal yang sangat strategis, dengan harapan bisa mendorong pengembangan Agromaritim di Kabupaten Halmahera Selatan,” ujarnya.
Tak hanya berbicara mengenai kemitraan, Bassam turut menaruh perhatian pada peran ilmu pengetahuan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
Menurutnya, pendekatan yang menghubungkan sumber daya daratan dan perairan memiliki relevansi dengan karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pandangan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya mempertemukan kekayaan sumber daya alam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Karena itu, penguatan basis keilmuan menjadi salah satu perhatian penting agar penerapannya dapat terus mengikuti perkembangan kebutuhan dan tantangan pembangunan.
“Konsep Agromaritim ini baik sekali dan sebenarnya cocok dengan kondisi kita di Indonesia. Kami berharap riset dan inovasi yang berkaitan dengan konsep ini terus dikembangkan,” tuturnya.
Di sisi lain, Bassam mengingatkan bahwa pengembangan gagasan tidak cukup berhenti pada pembahasan akademik maupun pertemuan antarlembaga. Keberhasilan penerapannya juga membutuhkan keterlibatan langsung berbagai pihak dalam membantu pemerintah setempat menerjemahkan hasil kajian menjadi langkah pembangunan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Baginya, hubungan antara perguruan tinggi, pemangku kepentingan, dan pemerintah setempat merupakan kebutuhan penting untuk menjembatani pengetahuan dengan pelaksanaan program.
Ia ingin kerja sama yang terbangun tidak sebatas pertukaran gagasan, tetapi juga memiliki arah penerapan yang jelas.
“Yang paling utama adalah pendampingan dan kolaborasi dengan daerah, karena daerah saat ini membutuhkan pendampingan seperti itu. Tujuannya untuk memastikan konsep ini bisa memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan dampak positif bagi pembangunan di daerah,” tandas Bassam.
