Puluhan Sapi di Cilacap Terpapar PMK, Dispertan Siapkan 3.000 Dosis Vaksin

Jurnalis: Nani Ekowati
Editor: M. Rifat

18 Jan 2025 08:43

Thumbnail Puluhan Sapi di Cilacap Terpapar PMK, Dispertan Siapkan 3.000 Dosis Vaksin
Dokter Hewan Dispertan Cilacap Sedang Menyuntikkan Vaksin PMK Ke Hewan Sapi Ternak, 17 Januari 2025. (Foto: Nani Eko/ketik.co.id)

KETIK, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Pertanian setempat dalam waktu dekat berencana melakukan vaksinasi ternak. Hal ini dilakukan buntut adanya puluhan ekor sapi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Diketahui, sebanyak 86 ekor sapi di Cilacap terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Dari jumlah tersebut, 65 ekor sapi berhasil sembuh, 2 mati dan 4 potong bersyarat.

Adapun vaksinasi ternak kembali dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran PMK di wilayah. 

"Vaksinasi besok Senin sampai kamis, empat hari," kata Kepala Bidang Perternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Cilacap, Slamet Sugino saat dikonfirmasi, Jumat (17/1/2024).

Baca Juga:
PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

Pihaknya telah menyediakan 3.000 dosis vaksin PMK. Vaksin dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan ini disebar ke wilayah yang terdapat populasi sapi.

"Kita sebar ke 19 Kecamatan mulai dari Nusawungu, Binangun, Adipala, Cilacap Kota, Kesugihan, Jeruklegi, dan wilayah lainnya. Termasuk di Cilacap Barat juga ada. Ini yang ada populasi sapinya," ungkap Slamet.

"Kemarin terbanyak di wilayah Binangun, ada 21 ekor sapi yang terpapar PMK, 20 ekor sudah sembuh dan sisanya 1 ekor dipotong. Kemudian di Gandrungmangu ada 17 ekor sapi, 14 ekor sudah sembuh, dan sisanya 3 ekor yang masih belum sembuh," ujarnya.

Selain upaya vaksinasi, Dinas Pertanian juga akan melakukan desinfektan kandang dan edukasi ke peternak di wilayah. "Ini supaya mereka menjaga kebersihan kandang," imbuhnya.

Baca Juga:
Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

Selain itu, untuk meminimalkan pemasukan ternak dari luar wilayah atau dari lokasi lain, karena situasi saat ini masih terdapat wabah PMK.

"Kebanyakan dari kasus-kasus yang ada ini, karena mendatangkan sapi dari luar. Jadi penularan dari luar Cilacap," terangnya.

Ia menyebut, di tahun sebelumnya, kasus PMK tidak terlaku banyak. "Kemudian di akhir tahun 2024 sudah mulai merebak," kata Slamet.

Kendati demikian, pihaknya memastikan kasus PMK di Cilacap masih aman dan dapat dikendalikan. "Hingga sekarang masih dalam penanganan dan minggu depan ada vaksinasi," ucapnya.

Cilacap sendiri diketahui merupakan daerah dengan populasi sapi yang cukup banyak. "Ada sekitar 15.000-16.000 ekor sapi," terangnya.

Pihaknya mengimbau kepada peternak untuk segera melapor ke petugas teknis bidang peternakan terdekat bilamana hewan ternak terpapar PMK. "Bisa di Puskeswan atau di BPP, jangan panik menghadapi wabah PMK karena penyakit ini bisa disembuhkan," katanya.

"Intinya menjaga kebersihan dengan desinfektan seperti kandang, peralatan maupun alat transportasinya. Dan untuk sementara meminimalkan pemasukan ternak dari luar wilayah karena resiko tertular penyakit," tandas Slamet. (*)

Baca Sebelumnya

Persebaya Kalah Kali Ketiga, Munster Minta Maaf ke Bonek dan Bonita

Baca Selanjutnya

Majelis Hakim MK Diminta Tolak Seluruh Permohonan Penggugat Hasil Pilkada Kabupaten Bandung

Tags:

PMK Peternakan vaksin Cilacap

Berita lainnya oleh Nani Ekowati

Minta Rujukan ke RS Lain Terkendala Izin, Keluarga Pasien Rehabilitasi di Cilacap Gandeng Pengacara

18 April 2026 05:20

Minta Rujukan ke RS Lain Terkendala Izin, Keluarga Pasien Rehabilitasi di Cilacap Gandeng Pengacara

Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Cilacap, Fokus Percepatan Penanganan Bencana dan Antisipasi Kemarau 2026

17 April 2026 06:20

Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Cilacap, Fokus Percepatan Penanganan Bencana dan Antisipasi Kemarau 2026

Lecehkan Partai-Ketua Umum, Ketua NasDem Cilacap Kecam Pemberitaan Tempo

15 April 2026 21:57

Lecehkan Partai-Ketua Umum, Ketua NasDem Cilacap Kecam Pemberitaan Tempo

Kepala BPN Cilacap: Sertipikat Elektronik Lebih Aman, Tidak Bisa Dipalsukan Mafia Tanah

15 April 2026 14:54

Kepala BPN Cilacap: Sertipikat Elektronik Lebih Aman, Tidak Bisa Dipalsukan Mafia Tanah

PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

12 April 2026 22:29

PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

11 April 2026 23:56

Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda