Puluhan Remaja di Pacitan Dinikahkan Dini, PA Sebut Orang Tua Kewalahan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

4 Mar 2025 16:23

Thumbnail Puluhan Remaja di Pacitan Dinikahkan Dini, PA Sebut Orang Tua Kewalahan
Potret suasana Pengadilan Agama (PA) Pacitan yang kerap menjadi langganan perkara nikah di bawah umur. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Sepanjang awal 2025, puluhan remaja di Kabupaten Pacitan telah dinikahkan oleh orang tua mereka.

Data dari Pengadilan Agama (PA) Pacitan mencatat bahwa dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2025, sedikitnya 10 kasus pernikahan dini telah terjadi.

Sebagian besar pasangan yang mengajukan dispensasi nikah (diska) tersebut masih berusia di bawah 19 tahun.

Humas PA Pacitan, Nur Habibah, menyebut faktor utama yang mendorong pernikahan dini saat ini adalah kondisi darurat untuk dinikahkan. Karena berbagai faktor, mulai dari tekanan ekonomi hingga desakan sosial.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Rata-rata kasus pernikahan dini terjadi karena dampak sosial internet, pacaran diluar batas, serta kehamilan di luar nikah.

"Ya karena orang tua merasa kewalahan dan kondisi mendesak, akhirnya memilih untuk segera menikahkan anak mereka," papar Nur Habibah kepada Ketik.co.id, Selasa, 4 Maret 2025.

Menurut Habibah, jika telah terjadi hamil pranikah, pengadilan tak bisa menolak. Sehingga, hanya memberikan pendampingan dan pembekalan agar menjaga keutuhan rumah tangga.

‘’Memaksakan pernikahan dini terutama akibat pergaulan bebas yang mengakibatkan kehamilan akan sangat berdampak buruk pada masa depan,’’ paparnya.

Baca Juga:
Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Pernikahan dini juga berdampak terhadap angka stunting di Pacitan. Rata-rata, wilayah dengan angka pernikahan dini tinggi, juga terdapat angka stunting yang tinggi.

Tak lupa, Nur Habibah mengingatkan, pernikahan di usia dini bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan serta menghambat akses pendidikan dan peluang ekonomi mereka di masa depan.

Pemerintah sendiri telah berupaya menekan angka pernikahan dini dengan berbagai program edukasi dan sosialisasi.

"Tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam mengubah pola pikir masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dan kesiapan mental sebelum menikah," imbuhnya.

Kendati demikian, pernikahan dini tampaknya semakin kehilangan pamor. Menurut data tren pernikahan dini di Pacitan mengalami penurunan setiap tahunnya.

"Ada 376 kasus pernikahan dini pada 2020, 312 kasus pernikahan dini pada 2021, 308 kasus pernikahan dini pada 2022, 201 kasus pernikahan dini pada 2023, 54 kasus pernikahan dini pada 2024," tandasnya memaparkan. (*)

Baca Sebelumnya

Sidang Paripurna Perdana, Bupati Jepara Paparkan Visi “Jepara Mulus”

Baca Selanjutnya

Bupati Rijanto Paparkan Visi Misi dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blitar

Tags:

pacitan pernikahan dini

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Sejumlah Mantan Ketum Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

17 April 2026 23:32

Sejumlah Mantan Ketum Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

17 April 2026 12:47

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

16 April 2026 16:14

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H