Puluhan Nakes Tersingkir dari Usulan PPPK Paruh Waktu, Diduga Akibat Intervensi Oknum DPRD Sampang Inisial R

Jurnalis: Mat Jusi
Editor: Muhammad Faizin

23 Sep 2025 05:30

Thumbnail Puluhan Nakes Tersingkir dari Usulan PPPK Paruh Waktu, Diduga Akibat Intervensi Oknum DPRD Sampang Inisial R
Para nakes saat audiensi ke DPRD Sampang soal dirinya tak diloloskan diseleksi PPPK paruh waktu pada Senin, 22 September 2025 (Foto: Mat Jusi/Ketik).

KETIK, SAMPANG – Proses pengusulan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tahun 2025 di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menuai sorotan tajam dan menimbulkan kesenjangan.

Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) puskesmas mengaku tidak terakomodasi hanya karena berbeda pilihan politik pada Pilkada 2024.

Padahal para tenaga kesehatan tersebut telah mengabdi selama puluhan tahun. Ironisnya, mereka justru tersingkir dan diduga kuat menjadi korban intervensi elite politik, termasuk seorang oknum pimpinan DPRD Sampang berinisial R.

Salah satu korban, Hendri Sugianto (33) nakes yang sudah mengabdi selama 10 tahun, mengungkapkan kekecewaannya usai audiensi dengan DPRD Sampang, Senin, 22 September 2025.

Baca Juga:
KPK Panggil Anggota DPRD Sampang Amir Lubis Terkait Kasus Hibah Pokmas Jatim

"Katanya, Dinas Kesehatan mendapat perintah dari atasan. Bahkan, setiap kepala puskesmas diancam akan dicopot dari jabatannya jika tetap mengusulkan kami. Ada enam orang dari Puskesmas Batulenger yang ditekan agar tidak masuk dalam usulan PPPK paruh waktu. Perintah itu diberikan oleh oknum pimpinan DPRD Sampang berinisial R," ungkapnya kepada media ini, Selasa, 23 September 2025.

Ia menambahkan, nasib serupa juga dialami 35 nakes lain dari Puskesmas Batulenger, Robatal, Kedungdung, Bringkoning, hingga Karang Penang.

"Tidak ada alasan jelas, kami hanya dipanggil kepala puskesmas dan diberi tahu bahwa ada perintah untuk mengeluarkan nama kami dari usulan PPPK. Alasannya karena politik," imbuhnya.

Menurut Hendri Sugianto, pihak Dinas Kesehatan bahkan secara terbuka menyebut faktor politik lokal sebagai penyebab. Hal itu, kata dia, dijelaskan oleh salah satu pejabat di lingkungan Dinkes.

Baca Juga:
Persempit Risiko Penularan, Nakes di Kota Malang Bakal Disuntik Vaksin Campak

"Ya, kami diancam akan dikeluarkan dari puskesmas hanya gara-gara beda pilihan saat pilkada kemarin. Padahal saya tidak pernah jadi tim sukses. Yang terjun langsung soal politik itu sepupu saya, tapi kami yang dijadikan korban," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengaku kecewa karena pengabdiannya selama satu dekade justru kalah dengan orang-orang yang baru empat tahun bekerja, tetapi langsung masuk daftar usulan PPPK paruh waktu.

"Gaji kami sebagai pegawai BLUD hanya Rp350 ribu, dipotong lagi untuk BPJS setiap bulan. Bahkan saat awal masuk, selama tujuh bulan kami tidak digaji sama sekali. Tapi ketika ada kesempatan untuk PPPK paruh waktu, justru data kami hilang di Dinkes," beber pria yang berprofesi nakes di Puskesmas Batulenger tersebut.

Hendri Sugianto menilai kebijakan diskriminatif ini bentuk ketidakadilan yang mencederai semangat pengabdian nakes. 

"Yang tidak punya akses kalah sama yang punya akses, meski baru bekerja. Kami hanya dijadikan korban politik," pungkasnya.(*)

 

Baca Sebelumnya

Mario Aji Bawa Panji BRI di 22 Seri Balapan 18 Negara, Komisaris Lukmanul Khakim: Kami Bangga, Siap Support All Out!

Baca Selanjutnya

Masyarakat Lebak Bakal Dapat Bahan Pokok Murah, Ini Jadwalnya

Tags:

nakes DPRD Sampang Tak Diusulkan PPPK paruh waktu pppk paruh waktu Puskesmas Dinkes KB Sampang

Berita lainnya oleh Mat Jusi

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

13 April 2026 11:44

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

12 April 2026 23:06

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

Kolaborasi dengan Ketik.com, Bank Sampang Tanggung Biaya Makan Santri Yatim Piatu

12 April 2026 22:47

Kolaborasi dengan Ketik.com, Bank Sampang Tanggung Biaya Makan Santri Yatim Piatu

Buku Di Balik Layar Demokrasi Karya Miftahur Rozaq Resmi Diluncurkan, Tamsul: Bukti Kader PMII Produktif di Dunia Literasi

11 April 2026 23:30

Buku Di Balik Layar Demokrasi Karya Miftahur Rozaq Resmi Diluncurkan, Tamsul: Bukti Kader PMII Produktif di Dunia Literasi

Kisah Haru Abd Qodir, Santri Yatim Piatu di Sampang yang Gigih Belajar di Tengah Keterbatasan Biaya

11 April 2026 12:09

Kisah Haru Abd Qodir, Santri Yatim Piatu di Sampang yang Gigih Belajar di Tengah Keterbatasan Biaya

Kades Banjar Talela Sampang Mantu, Persiapan Hampir Rampung

10 April 2026 19:45

Kades Banjar Talela Sampang Mantu, Persiapan Hampir Rampung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar