Proyek Joging Track Stadion Forlantas: Pemkal Sidomoyo Pilih Jalur "Ngobrol Santai" Ketimbang Jawab Poin Teknis

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Al Ahmadi

29 Des 2025 22:14

Thumbnail Proyek Joging Track Stadion Forlantas: Pemkal Sidomoyo Pilih Jalur "Ngobrol Santai" Ketimbang Jawab Poin Teknis
Genangan air menyelimuti permukaan lintasan lari Stadion Forlantas yang baru saja dipasang oleh pelaksana CV Bhakti Pertiwi Utama. Masalah teknis ini muncul di tengah sorotan publik terkait transparansi anggaran sebesar Rp 500 juta yang bersumber dari Dana Desa, serta adanya surat eksepsi dari Pemerintah Kalurahan Sidomoyo yang sebelumnya menolak proyek ini disebut sebagai proyek 'siluman'. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Sidomoyo akhirnya membuka suara menanggapi polemik pembangunan lintasan lari (joging track) di Stadion Forlantas yang sempat viral.

Namun, alih-alih memberikan jawaban rinci atas belasan pertanyaan teknis dan legalitas yang diajukan jurnalis, pihak kalurahan justru memilih mengundang pertemuan tatap muka dengan dalih "ngobrol santai".

Ulu-ulu Kalurahan Sidomoyo, Wisnu Hardono, melalui pesan singkat menyatakan apresiasinya atas klarifikasi pemberitaan yang telah beredar. Mewakili Lurah Sidomoyo, Haryadi, ia menyampaikan bahwa penjelasan media ini membuat masyarakat tidak lagi bertanya-tanya.

Foto Genangan air menyelimuti permukaan lintasan lari Stadion Forlantas yang baru saja dipasang oleh pelaksana CV Bhakti Pertiwi Utama. Masalah teknis ini muncul di tengah sorotan publik terkait transparansi anggaran sebesar Rp 500 juta yang bersumber dari Dana Desa, serta adanya surat eksepsi dari Pemerintah Kalurahan Sidomoyo yang sebelumnya menolak proyek ini disebut sebagai proyek 'siluman'. (Foto: Fajar R/Ketik.com)Genangan air menyelimuti permukaan lintasan lari Stadion Forlantas yang baru saja dipasang oleh pelaksana CV Bhakti Pertiwi Utama. Masalah teknis ini muncul di tengah sorotan publik terkait transparansi anggaran sebesar Rp 500 juta yang bersumber dari Dana Desa, serta adanya surat eksepsi dari Pemerintah Kalurahan Sidomoyo yang sebelumnya menolak proyek ini disebut sebagai proyek 'siluman'. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

"Mewakili Pak Lurah Sidomoyo mengucapkan terima kasih atas klarifikasi pemberitaan terkait pembangunan joging track. Sehingga masyarakat lebih jelas dan tidak bertanya-tanya lagi. Untuk itu biar lebih jelas kapan kita bisa kepanggih (bertemu) untuk diskusi ngobrol santai agar lebih jelas lagi," tulis Wisnu dalam pesannya belum lama ini

Bungkam Soal Teknis dan Izin TKD

Meskipun telah dihubungi via WhatsApp untuk menjawab daftar pertanyaan mendalam, Wisnu Hardono memilih tidak memberikan pernyataan tertulis. Ia terus mengarahkan agar diskusi dilakukan secara langsung sesuai arahan Lurah Sidomoyo, Haryadi.

Foto Meski ditargetkan selesai pada 30 Desember 2025, proyek joging track Stadion Forlantas di Sidomoyo mulai menunjukkan masalah teknis. Pantauan di lokasi (titik lain) pada Jumat malam 26 Desember 2025 memperlihatkan adanya genangan air yang cukup luas di permukaan lintasan pasca hujan, yang mengindikasikan permukaan paving blok tidak rata dan sistem drainase permukaan yang kurang optimal. (Foto: Fajar R/Ketik.com)Meski ditargetkan selesai pada 30 Desember 2025, proyek joging track Stadion Forlantas di Sidomoyo mulai menunjukkan masalah teknis. Pantauan di lokasi (titik lain) pada Jumat malam 26 Desember 2025 memperlihatkan adanya genangan air yang cukup luas di permukaan lintasan pasca hujan, yang mengindikasikan permukaan paving blok tidak rata dan sistem drainase permukaan yang kurang optimal. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

"Ya Pak, kata Pak Lurah kepanggih mawon (bertemu saja). Kapan mohon diagendakan. Ini saya di hadapan beliau, Beliau bilang agendakan ketemu saja biar ngobrolnya enak," tambah Wisnu.

Padahal, jurnalis Ketik.com telah melayangkan sejumlah pertanyaan krusial guna memastikan transparansi proyek senilai Rp 500 juta tersebut. Poin-poin pertanyaan tersebut diantaranya: Legalitas Lahan: Kepastian izin penggunaan Tanah Kas Desa (TKD) atau izin Gubernur DIY (Kekancingan) untuk bangunan permanen di area stadion; Proses Lelang: Metode pemilihan pelaksana CV Bhakti Pertiwi Utama dan transparansi dokumen penawaran mengingat nilai proyek mencapai setengah miliar rupiah.

Baca Juga:
Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Termasuk soal Sertifikat Badan Usaha (SBU) rekanan terkait; Kualitas Teknis: Spesifikasi mutu beton (K-rating), ketebalan paving blok (6 atau 8 cm), hingga metode pemadatan tanah dasar apa menggunakan alat yang sesuai standar lintasan lari; Pendampingan: Kepastian sejak kapan pihak Kalurahan meminta pendampingan intensif dari Dinas PMK Sleman dan Pendamping Desa.
Surat Perintah Kerja (SPK), dan sebagainya.

Foto Potret pengerjaan joging track Stadion Forlantas, Sidomoyo, Kamis 25 Desember 2025. Pemasangan paving blok terlihat dilakukan tanpa proses penggalian tanah dasar terlebih dahulu sebelum pengurugan material fondasi. Akibatnya, permukaan lintasan menjadi tidak rata dan tergenang air saat hujan. Akankah proyek ini bertahan lama?. (Foto: Fajar R/Ketik.com)Potret pengerjaan joging track Stadion Forlantas, Sidomoyo, Kamis 25 Desember 2025. Pemasangan paving blok terlihat dilakukan tanpa proses penggalian tanah dasar terlebih dahulu sebelum pengurugan material fondasi. Akibatnya, permukaan lintasan menjadi tidak rata dan tergenang air saat hujan. Akankah proyek ini bertahan lama?. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

Mengejar Tenggat 30 Desember

Sikap "bungkam" secara tertulis dari pihak kalurahan Sidomoyo hingga, Senin malam 29 Desember 2025 ini menjadi perhatian, mengingat waktu pengerjaan fisik tinggal menyisakan hitungan jam. Sebagaimana diketahui, batas waktu yang telah ditentukan terkait
pekerjaan joging track yang mengelilingi sisi luar Stadion Forlantas, menurut keterangan Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Budi Pramono adalah Selasa, 30 Desember 2025.

Sementara melihat yang terjadi di lapangan, banyak pihak meragukan pengerjaan yang dikebut hingga malam hari tersebut dapat memenuhi standar kualitas teknis, seperti kemiringan melintang (crossfall) untuk drainase dan pengisian celah (joint filler) yang merata.

Selain itu, tanpa jawaban terbuka atas spesifikasi material, proyek ini dikhawatirkan hanya mengejar target penyelesaian administratif tanpa memperhatikan durabilitas infrastruktur jangka panjang.

Hingga berita ini diturunkan, jurnalis Ketik.com belum mendapatkan jawaban tertulis yang transparan atas hak publik terhadap penggunaan Dana Desa di Kalurahan Sidomoyo terkait pembangunan Joging Track ini. (*)

Baca Juga:
Empat Bulan Diselidiki, Kasus Dana Desa Klesem Pacitan Rampung: Rp166 Juta Kembali
Baca Sebelumnya

Ibu Kandung Bunuh Bayi Baru Lahir di Jember, Motif karena Malu Tak Punya Suami

Baca Selanjutnya

Kalahkan Tuan Rumah, Indonesia Juarai ASEAN U16 Boys' Futsal Championship 2025 Thailand

Tags:

Sidomoyo Sleman Godean Stadion Forlantas jogging track Joging Track Dana Desa CV Bhakti Pertiwi Utama Transparansi Proyek Mutu Konstruksi APBKal Sidomoyo Dinas PMK Sleman Pengawasan Publik Proyek Paving Infrastruktur Desa Temuan Lapangan

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar