Program Serba Gratis, Ajang Tempa Masyarakat Agar Semakin Tak Berdaya

Jurnalis: Wisnu Akbar Prabowo
Editor: Millah Irodah

24 Okt 2024 11:01

Thumbnail Program Serba Gratis, Ajang Tempa Masyarakat Agar Semakin Tak Berdaya
Debat publik pertama antara para Calon Wali Kota Palembang yang diselenggarakan oleh KPU Kota Palembang, Selasa 22 Oktober 2024. Dalam debat itu, para Calon Wali Kota memaparkan visi misi mereka dalam membangun Kota Palembang. (Foto: Wisnu Akbar Prabowo/Ketik.co.id)

KETIK, PALEMBANG – Memasuki era kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, para pasangan calon (paslon) kepala daerah mulai mempromosikan sejumlah program yang akan dijalankan ketika mereka terpilih untuk menjabat selama lima tahun ke depan.

Baik dari tingkat gubernur maupun kabupaten/kota, paslon kepala daerah akan meracik program untuk menarik hati masyarakat agar mereka terpilih. Tak jarang, program-program itu diberi embel-embel gratis– sekolah gratis, pengobatan gratis, bantuan sosial gratis, dan lain sebagainya.

Fenomena program serba gratis ini juga terjadi di Pilkada Palembang 2024, di mana ketiga paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang berlomba-lomba menampilkan program yang diperuntukkan secara gratis untuk masyarakatnya.

Hal ini menuai kritikan pedas dari pengamat politik Sumatera Selatan, Bagindo Togar. Menurutnya, program serba gratis justru membuat masyarakat semakin tidak berdaya.

Baca Juga:
Sidang Pembunuhan di PN Palembang, Istri Korban Ungkap Detik-Detik Joko Samara Ditemukan Tak Bernyawa

“Program serba gratis di mana-mana itu, termasuk Pilgub. Mereka berlomba-lomba bikin program serba gratis akhirnya meninabobokan masyarakat dan membuat mereka semakin tidak berdaya,” terang Bagindo, Kamis 24 Oktober 2024.

Bagindo menjelaskan, adanya program serba gratis membuat masyarakat menjadi sangat bergantung dengan pemerintah dan tidak memiliki daya saing untuk berjuang meraih kesejahteraan mereka sendiri.

“Ini membuat masyarakat tidak setara dan semakin terpuruk karena terlalu banyak program yang membuat masyarakat berpikir ‘gratis sekolah, gratis berobat, gratis umroh, ya (sekalian) gratiskan semua lah,’” kata dia.

Dia menilai, program serba gratis ini juga terkesan merendahkan masyarakat. Artinya, masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri jika tidak dibantu dengan pemerintah.

Baca Juga:
Gaji 4 Bulan Belum Cair, Perangkat Desa Kayu Putih Situbondo Akhirnya Kembali Buka Pelayanan

Padahal, lanjut Bagindo, pemerintah seharusnya menaikkan level masyarakat agar mereka bisa mandiri dan tidak bergantung pada siapa-siapa.

Bagindo juga menilai, program serba gratis yang anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan meruntuhkan keuangan negara karena banyak biaya yang harus ditanggung.

Dan ketika salah satu program serba gratis itu dicabut, lanjutnya, masyarakat yang tidak berdaya akan merasa kesulitan dan protes kepada pemerintah.

“Anehnya masyarakat ini mau-mau saja merendahkan diri dia. Ini downgrade. Harusnya masyarakat kan di-upgrade. Ini secara kelompok masyarakat mau saja di-downgrade. Sangat ironis,” tegas Bagindo.

Berbicara mengenai program yang diusung paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, Bagindo mengaku skeptis dan pesimis dengan hasil jawaban yang dipaparkan saat debat pertama yang berlangsung pada Selasa, 22 Oktober 2024 lalu.

“Kita masih skeptis dan pesimis lah intinya. Pas mau dibangun kota ini dengan megah, mewah, dan wah, ternyata nggak ada itu, adanya serba gratis. APBD meroket tapi masyarakat tidak mampu menyejahterakan dirinya sendiri,” tutur dia.

Dia juga mengkritisi jawaban para calon Wali Kota yang terkesan mengesampingkan teori dalam pembangunan daerah. Apalagi, dirinya mengaku sempat mendengar jawaban salah satu calon yang tidak memerlukan kajian dalam pembangunan.

“Ada di antara mereka menganggap bahwa teori-teori pembangunan itu nggak penting. Terus bagaimana mau mengimplementasikan konsep kalau teori saja tidak paham,” tukasnya.

Bagindo menekankan, jangan harap ada masalah yang bisa diselesaikan jika pemerintah nantinya juga enggan menerapkan teori dan kajian program.

Menurutnya, kedua hal itu merupakan aspek penting yang tidak bisa dilepaskan dari pembangunan daerah.

“Seperti masalah banjir, kok aneh ada jawaban gak perlu kajian-kajian, jangan harap masalah itu bisa selesai. Sedangkan kita semua tahu apa akar masalah banjir di Kota Palembang, (yaitu) buruknya sistem drainase. Kalau mau bangun drainase yang baik kan harus ada kajian dulu,” tegas Bagindo. (*)

Baca Sebelumnya

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkot Launching Surabaya Bergerak Jilid II

Baca Selanjutnya

Terkait Dugaan Kampanye Libatkan Anak, Pemilik Keberatan Fotonya Ditayangkan

Tags:

program gratis calon wali kota palembang masyarakat

Berita lainnya oleh Wisnu Akbar Prabowo

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

10 Februari 2025 19:09

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

7 Februari 2025 16:29

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

31 Januari 2025 14:09

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

30 Januari 2025 17:35

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

28 Januari 2025 12:16

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

28 Januari 2025 11:05

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H