KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjelaskan bahwa sektor kesehatan jadi salah satu perhatian utama, termasuk upaya menyejahterakan masyarakat setempat.
Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bahwa kesehatan harus menjadi perhatian utama.
Sebagaimana diketahui, program kesehatan juga merupakan program prioritas dari Pemerinah Pusat sehingga wajib ditindaklanjuti oleh daerah.
“Kebijakan daerah harus selaras dengan prioritas nasional sekaligus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” ujarnya di Surabaya pada Rabu, 15 April 2026.
Pada pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Timur tahun 2026 menunjukkan capaian positif dengan menempati peringkat kedua nasional.
Program ini didominasi kelompok usia 40–59 tahun sebanyak 944.030 jiwa (28,92 persen), dengan partisipasi perempuan sebesar 58,44 persen dan laki-laki 41,56 persen.
Penguatan layanan kesehatan juga dilakukan melalui Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat desa. Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung pembiayaan 1.001 perawat Ponkesdes yang tersebar di 21 kabupaten/kota melalui Bantuan Keuangan Khusus.
Capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Timur per 1 April 2026 telah mencapai 97,71 persen atau sekitar 41,13 juta jiwa dari total penduduk 42,3 juta jiwa. (*)
