KETIK, BATU – Sosok dr. Benyamin Paulus Octavianus atau dr. Benny menjadi satu-satunya tokoh asal Kota Batu yang kini duduk di kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dokter spesialis paru yang lahir di Malang pada 13 September 1963,  mengaku ikut mengusulkan program cek kesehatan gratis untuk masyarakat Indonesia.

dr Benny dilantik sebagai Wakil Menteri Kesehatan oleh Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 32/M Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Dalam kunjungannya di Kampus 3 UIN Malang, Desa Tlekung, Kota Batu, dr Benny sempat mengungkapkan bahwa program cek kesehatan gratis yang kini dijalankan pemerintah bermula dari gagasan tim penyusun pemerintahan yang dipimpinnya saat itu.

Baca Juga:
Nakers Award Kota Batu 2026, Apresiasi Perusahaan Peduli Hak dan Perlindungan Buruh

Ia menyebut ide tersebut lahir dari kepeduliannya terhadap banyak masyarakat yang tidak menyadari memiliki penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

“Pak Prabowo dan Pak Gibran punya strategi. Pernah dengar cek kesehatan gratis? Nah, ide itu juga dari wong Batu yang mengusulkan, saat itu saya menjadi ketua tim penyusun pemerintahan,” ujarnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan rutin membuat banyak penyakit terlambat diketahui hingga memicu komplikasi serius.

“Saya melihat banyak orang sakit karena tidak tahu dirinya punya diabetes atau hipertensi. Kalau tidak terkontrol, penyakit itu bisa merusak ginjal, menyebabkan stroke, hingga serangan jantung,” katanya.

Baca Juga:
Jelang Idul Adha 2026, Distan KP Kota Batu Sebar 10 Ribu Vaksin PMK dan Intensifkan Pengawasan Ternak

Dokter Spesialis Paru dengan Pengalaman Puluhan Tahun

Ia dikenal sebagai dokter spesialis paru yang telah mengabdikan diri di dunia kesehatan selama lebih dari tiga dekade.

Dalam praktik medisnya, dr Benny tercatat pernah berpraktik di sejumlah rumah sakit ternama di Jakarta, termasuk Rumah Sakit Royal Trauma di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Selain itu, ia juga pernah membuka praktik di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk.

Sebagai tenaga medis profesional, dr Benny juga aktif di organisasi kedokteran. Ia diketahui tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Karier medis dr Benny ditopang latar pendidikan kedokteran yang kuat. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI), kemudian melanjutkan pendidikan spesialis paru di Universitas Brawijaya Malang.

Di kalangan sejawat dan pasien, dr Benny dikenal sebagai pribadi rendah hati serta memiliki komitmen tinggi terhadap peningkatan layanan kesehatan, khususnya di bidang pulmonologi dan respirasi.

Selain aktif sebagai dokter, dr Benny juga memiliki pengalaman panjang dalam bidang organisasi dan kebijakan publik.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Badan Kesehatan Indonesia Raya (KESIRA) serta Ketua Bidang Kesehatan DPP Partai Gerindra. Tak hanya itu, dirinya juga terlibat sebagai anggota dewan pembina di sejumlah lembaga sosial dan pendidikan.

Pengalaman tersebut membuat dr Benny dinilai memiliki kapasitas di bidang klinis, manajerial, hingga pengembangan kebijakan kesehatan nasional.

Sebelum dipercaya menjadi Wakil Menteri Kesehatan, dr Benny juga pernah tercatat sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan bidang Kesehatan. (*)