KETIK, ACEH TAMIANG – Aksi kepedulian kembali ditunjukkan Gerakan Pramuka Jawa Timur. Kwartir Daerah (Kwarda) Jatim menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa ratusan seragam Pramuka kepada pelajar di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, 5 Mei 2026.
Penyerahan bantuan dilakukan di Aula Kantor Pemkab Aceh Tamiang dan diterima langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dari pihak Kwarda Jatim, hadir Wakil Ketua Bidang Abdimas, Humas, dan Lingkungan Hidup, Akhmad Jazuli, didampingi Ketua Brigade Penolong 13, Amin Fauzi, serta staf terkait.
Pada tahap kedua penyaluran ini, sebanyak 725 setel seragam Pramuka diberikan kepada siswa di tiga sekolah yang terdampak banjir akhir 2025, yakni SMPN 1 Tamiang Hulu, SMPN 4 Tamiang Hulu, dan SMPN Kejuruan Muda.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Visitasi Kepemimpinan Nasional 2026 oleh peserta PKN II yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Program tersebut memadukan penguatan kepemimpinan dengan aksi nyata di tengah masyarakat.
Sumber bantuan berasal dari Bumbung Kemanusiaan Pramuka Jawa Timur, yaitu dana gotong royong yang dihimpun dari anggota Pramuka se-Jatim untuk membantu daerah terdampak bencana, termasuk di wilayah Aceh dan Sumatera.
Baca Juga:
Senyum Haru Siswa Aceh Tamiang usai Kebagian 725 Setel Seragam Pramuka dari JatimAkhmad Jazuli mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sosial. Ia menyebut, kepedulian tersebut lahir dari semangat bersama anggota Pramuka Jawa Timur untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, seragam dipilih karena menjadi kebutuhan mendesak para siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat banjir. Ia berharap bantuan itu bisa mengembalikan rasa percaya diri siswa saat kembali mengikuti kegiatan belajar.
Hal senada disampaikan Amin Fauzi. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberi manfaat dan menyemangati para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan meski sempat terdampak bencana.
Dari pihak sekolah, apresiasi turut disampaikan. Kepala SMPN 3 Kejuruan Muda mengungkapkan, banjir pada November 2025 lalu merusak hampir seluruh fasilitas sekolah, mulai dari buku hingga sarana pembelajaran. Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan.
Baca Juga:
Arum Sabil Lantik Bupati Magetan Jadi Kamabicab Pramuka, Tekankan Peran Strategis Bangun Generasi BangsaIa menilai bantuan seragam ini sangat membantu siswa untuk kembali beraktivitas dengan lebih percaya diri.
Ucapan terima kasih juga datang dari Kepala SMPN 1 Tamiang Hulu, Wagiri. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberi manfaat bagi para siswa.
Sementara itu, salah satu siswa penerima bantuan, Tazkia Rodiana, mengaku bersyukur. Ia menceritakan seragamnya hilang tersapu banjir, sehingga bantuan ini sangat berarti baginya.
Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur, M. Arum Sabil, menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen Pramuka untuk selalu hadir di tengah masyarakat.
Ia menyebut, melalui program Bumbung Kemanusiaan, Pramuka tidak hanya membangun karakter, tetapi juga menanamkan nilai empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Bantuan ini, lanjutnya, menjadi simbol kebersamaan dalam menghadapi musibah.
Arum berharap, bantuan seragam tersebut mampu membangkitkan semangat para siswa untuk kembali percaya diri dan terus mengejar cita-cita.
Sebelumnya, pada tahap pertama, Kwarda Jatim telah menyalurkan bantuan dana sebesar Rp201,5 juta melalui Kwarda Pramuka Aceh sebagai respons darurat pascabencana. Dengan berlanjutnya penyaluran tahap kedua ini, dukungan terhadap pemulihan pendidikan di Aceh Tamiang terus diperkuat. (*)