KETIK, SAMPANG – Polisi akhirnya mengungkap kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Hayat (35) warga Dusun Gunung Anyar, Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Diketahui, dalam video viral, tangan dan kaki korban diikat. Korban juga dicambuk dalam kondisi bertelanjang, hanya mengenakan celana pendek. Dantampak beberapa orang pria dalam vidio viral tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Hayat (35) diduga disekap oleh oknum bandar narkoba.
Kapolsek Ketapang, AKP Kusmato, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa korban telah dievakuasi dan para terduga pelaku telah ditangkap oleh Satreskrim Polres Sampang.
"Terduga pelaku yang sudah diamankan ada tiga orang, di antaranya Elleng alias Zainudin (56), Toiri (60), dan Mursid (40). Ketiganya merupakan warga Desa Ketapang Daya," ungkapnya kepada media ini. Minggu, 9 Agustus 2026.
Baca Juga:
Dugaan Penganiayaan dan Penyanderaan di Ketapang Daya Sampang, Korban Diduga Ditahan Bandar NarkobaMeski demikian ia mengungkapkan bahwa terduga pelaku lebih dari tiga orang.
"Pelaku diduga lebih dari 3 orang mas, dan kasus ini sudah dilimpahkan ke Polres Sampang," katanya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah rekaman video amatir memperlihatkan seorang pria paruh baya dalam kondisi terikat tali serta mengalami luka di bagian wajah dan sekujur tubuhnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria berinisial H, warga Dusun Gunung Anyar, Desa Ketapang Daya, diduga disekap oleh oknum bandar narkoba berinisial ELG atau SNDN di wilayah yang sama.
Baca Juga:
Kasus Curat di Kedungdung, Satreskrim Polres Sampang Amankan Dua Pelaku"Benar, Korban warga Ketapang Daya dan salah satu pelaku juga warga Ketapang Daya," ujar seorang warga Kecamatan Ketapang yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sabtu, 8 Agustus 2026.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut diperkirakan terjadi di Dusun Gunung Anyar, Desa Ketapang Daya pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut informasi yang berkembang di masyarakat, korban diduga bertindak sebagai kurir sabu-sabu. Namun, karena barang haram tersebut gagal dikirim dan uangnya hilang, korban disandera oleh pihak pemesan atau bandar tersebut.
"Tidak hanya itu, istri korban juga diduga mengalami pelecehan dan sempat disandera oleh para pelaku sebelum akhirnya dilepaskan. Kami berharap aparat penegak hukum (APH) segera bertindak," lanjutnya. (*)