PMII Pacitan Kenalkan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap ke DLH

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

14 Mei 2025 12:59

Thumbnail PMII Pacitan Kenalkan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap ke DLH
Kunjungan PMII ke DLH Pacitan, Rabu 14 Mei 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pacitan memperkenalkan inovasi produk pembakaran sampah minim asap saat melakukan kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan, Rabu, 14 Mei 2025.

Produk tersebut merupakan hasil karya anggota PMII Pacitan yang bertujuan untuk mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah secara konvensional.

Anggota PMII Pacitan, Muhammad Afif Fahruzzainuddin, menjelaskan alat tersebut dirancang untuk meminimalisir asap yang dihasilkan saat proses pembakaran sampah, sehingga lebih ramah lingkungan.

Alat ini bekerja dengan memanfaatkan lubang-lubang airflow atau ventilator yang terdapat pada bagian pembakaran. 

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Asap yang dihasilkan dari pembakaran akan masuk kembali melalui lubang-lubang tersebut dan terbakar ulang, sehingga asap yang keluar sangat minim," jelas mahasiswa yang berpengalaman dalam bidang kriya logam tersebut.

Bahan utama alat ini adalah drum bekas, dengan proses pembuatan menggunakan mesin gerinda, bor, dan las. 

Foto Uji coba alat pembakar minim asap yang dilakukan PMII di Halaman DLH Pacitan, Rabu, 14 Mei 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Uji coba alat pembakar minim asap yang dilakukan PMII di Halaman DLH Pacitan, Rabu, 14 Mei 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Meski berbahan sederhana, alat ini dinilai cukup efektif dalam membakar sampah dengan lebih cepat dan emisi asap yang rendah dibanding pembakaran konvensional.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

"Pembakarannya lebih sempurna ketimbang dibakar di lubang tertutup, karena ada sirkulasi udara dari bawah," ungkap afif sapaan akrabnya.

Beragam jenis sampah kering dapat dibakar menggunakan alat ini. Untuk sampah basah, pembakaran tetap bisa dilakukan meskipun menghasilkan sedikit lebih banyak asap. 

"Biaya pembuatannya untuk ukuran kecil sekitar Rp300-350 ribu dan ukuran besar sekitar Rp500-600 ribu. Biaya ini bahkan bisa ditekan lebih rendah jika diproduksi secara massal," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris DLH Pacitan, Muslih, menyambut baik inovasi tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi ide kreatif dari teman-teman PMII. Jika alat ini terbukti efektif, maka kami akan berkoordinasi untuk implementasi lebih lanjut," tuturnya.

Selain memperkenalkan produk pembakaran sampah minim asap, PMII Pacitan juga menyampaikan 8 poin rekomendasi kepada DLH.

Diantaranya, terkait sejumlah masalah lingkungan, tata kelola pengelolaan sampah dan upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Kunjungan ini kami harapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara PMII dan DLH Pacitan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat Pacitan," tandas Ketua PMII Pacitan, Al Ahmadi. (*)

Baca Sebelumnya

Dukung Program Pemerintah, Bank Jatim Perkuat Misi Dagang dan Investasi di Kalimantan Timur

Baca Selanjutnya

Pemdes Kupal Halmahera Selatan Serahkan Alat Prasarana Penunjang Olahraga ke Pemuda Desa

Tags:

pacitan PMII Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar