KETIK, SURABAYA – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo, menegaskan bahwa Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) merupakan mitra strategis yang akan terus dilibatkan dalam berbagai agenda penting PMI.
Gubernur Jawa Timur periode 1998–2003 dan 2003–2008 itu juga menyampaikan PMI Jatim saat ini merancang kerja sama dengan PWI melalui gagasan pembentukan jaringan relawan berbasis profesi jurnalistik yang akan berperan dalam kegiatan kemanusiaan, khususnya di bidang kepalang merahan dan kebencanaan.
"PWI Jatim mitra strategis PMI Jatim. Ide membentuk satuan relawan jurnalis palang merah di wilayah Jatim mesti segera diwujudkan, bila perlu ada bimbingan teknis yang dilakukan di beberapa daerah," kata Imam Utomo saat menggelar buka puasa bersama di Kantor PMI Jatim bersama sejumlah pengurus PWI Jatim.
Secara khusus Imam Utomo menyatakan apresiasinya kepada para jurnalis, khususnya PWI yang selama ini telah membersamainya sejak menjabat Pangdam V/Brawijaya dan Gubernur hingga saat ini sebagai Ketua PMI Jatim.
"Kebersamaan dengan rekan-rekan jurnalis sangat luar biasa selama ini, kini Saya mohon juga tetap bisa membersamai PMI Jatim, tentunya kerja sama PMI dan PWI mesti termanivestasikan secara lebih terstruktur dan terlembagaakan khususnya tentang relawan jurnalis palang merah," tegas Sesepuh Warga Jawa Timur yang kini telah berusia 83 tahun tersebut.
Jatim Tuan Rumah Temu Karya Relawan PMI 2027.
Imam Utomo menegaskan sebenarnya ada agenda besar pada April 2026 yaitu Temu Karya Relawan PMI yang mana Jawa Timur menjadi tuan rumah.
"Rencananya PWI Jatim akan dilibatkan secara lebih dalam pada acara Temu Karya Relawan tersebut. Namun oleh Pak JK (Jusuf Kalla/Ketua Umum PMI Pusat) menunda acara itu karena kondisi yang ada menjadi April 2027, alias tahun depan dan waktunya tetap April 2027," ungkap Imam Utomo.
Lebih jauh Imam Utomo menjelaskan bahwa dalam acara Temu Karya Relawan tahun depan itu seluruh provinsi 40-50 orang yg dikirim.
"Biasanya yang dikirim ini relawan-relawan yang sudah senior. Jawa Timur rencananya juga mengirimkan relawannya, karena tahun depan maka diharapkan relawan jurnalis palang merah Indonesia yang dipandang anggota-anggota PWI Jatim bisa ikut acara Temu Karya tersebut," tegas Mantan Pangdam V/Brawijaya kelahiran Jombang tersebut.
Dalam kegiatan Buka Puasa PMI Jatim dan PWI Jatim itu, Imam Utomo didampingi Fatah Yasin, Sekretaris Dewan Kehormatan, Edi Indrayana, Wakil Ketua, Nur Wiyatno, Sekretaris, dan beberapa pengurus lainnya.
Sementara itu dari PWI Jatim yaitu Sekretaris, Syaiful Anam, Wakil Ketua Mahmud Suhermono dan Sokip, wakil sekretaris, Dwi Budi Stiawan, Tarmuji dan beberapa anggota pengurus lainnya seperti Siti Nafsiyah, Arie Setya Budi, Nordin, Yuristiarso.
PWI Jatim Beri Buku Autobiografi K'Tut Tantri
Sementara itu, Sekretaris PWI Jatim Syaiful Anam menyatakan kebanggaannya dengan untaian doa untuk kesehatan Ketua PMI Jatim.
"Ada salam hormat dan permohonan maaf dari Ketua PWI Jatim, Mas Lutfil Hakim yang berhalangan hadir karena kondisi sedang kurang sehat. Doa selalu dari seluruh pengurus dan anggota PWI Jatim untuk kesehatan Pak Imam Utomo. PWI Jatim siap membersamai PMI untuk semua aktivitas termasuk rencana relawan jurnalis palang merah," kata Syaiful yang mengingatkan kalau dirinya juga dulu tim pokja wartawan Kodam V/Brawijaya era beliau jadi pangdam.
Secara khusus Syaiful Anam menyerahkan buku autobiografi K'Tut Tantri kepada Ketua PMI Jatim.
"Buku berjudul Revolusi Di Nusa Damai ini cerita K'Tut Tantri berjuang selama di Indonesia termasuk menjadi relawan Palang Merah Internasional yang juga berperan sebagai Penyiar aka Jurnalis Radio Pergerakan Arek-Arek Suroboyo era pertempuran 1945," kata Cak Anam, sapaan akrabnya
Secara terpisah, Ketua Dewan Pakar PWI Pusat, Dhimam Abroor menyatakan dukungannya atas keinginan Ketua PMI Jatim melibatkan PWI Jatim sebagai mitra strategis.
"Ide beliau [Pak Imam Utomo, Ketua PMI Jatim] menjadikan PWI sebagai bagian penting agenda-agenda PMI jelas kita dukung penuh, termasuk tentang agenda pembentukan relawan jurnalis Palang Merah," kata Dhimam Abroor didampingi oleh Lutfil Hakim, Ketua PWI Jatim saat buka puasa bersama dengan anak yatim piatu di Sekretariat PWI Jatim, Jumat, 6 maret 2026.
Dhimam Abroor juga menyatakan ketertarikannya dengan penguatan kembali figur pejuang wanita yang kala itu sebagai sahabat Bung Tomo dan terlibat dalam radio perjuangan arek-arek Suroboyo.
"Alhamdulillah Buku Revolusi Di Nusa Damai juga telah diterima Pak Imam Utomo, sosok jurnalis yang juga dikenal relawan International Red Cross kala berkecamuknya pertempuran 10 November 1945. Sayang figur ini kini dilupakan publik Kota Surabaya, padahal perjuangan K'Tut Tantri untuk bangsa ini sangat luar biasa," ujar Dhimam Abror. (*)
