KETIK, TULUNGAGUNG – Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus meninjau langsung proyek pengaspalan hot mix di tiga ruas jalan pada Senin, 25 Mei 2026.
Tiga titik proyek yang ditinjau meliputi ruas Jalan Besuki–Gambiran sepanjang 762 meter, ruas Jalan Wates–Mirigambar sepanjang 3.000 meter, serta ruas Jalan Jengglungharjo sepanjang 2.700 meter.
Peninjauan pertama dilakukan di lokasi pengerjaan ruas Jalan Besuki–Gambiran sekitar pukul 11.00 WIB. Proyek tersebut dikebut untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan penghubung antarwilayah di Kabupaten Tulungagung.
Dalam sidak itu, Ahmad Baharudin didampingi camat setempat, kepala desa, Kepala Bagian Pembangunan Setda Tulungagung Farid serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung.
Di lokasi proyek, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung Erwin Novianto melalui Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas PUPR, Sodik, menjelaskan bahwa proyek pengaspalan tersebut dikerjakan CV Sapta Sarana sebagai bagian dari program prioritas pembangunan infrastruktur daerah.
Baca Juga:
Plt Bupati Tulungagung Buka Turnamen Kartini-Kartono, Gaungkan Semangat Sehat dan GuyubMenurutnya, kualitas pengerjaan menjadi perhatian utama agar jalan yang dibangun memiliki daya tahan dan umur pakai yang panjang.
“Pekerjaan ini harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang ketat, mulai dari kualitas material, ketebalan aspal hingga proses penggelarannya. Pengawasan di lapangan kami lakukan secara maksimal agar hasil akhir benar-benar sesuai perencanaan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Sodik.
Ia menambahkan, selain pengawasan internal dari pemerintah, keterlibatan masyarakat dalam mengawasi proyek juga dinilai penting demi menjaga mutu pembangunan.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan pembangunan infrastruktur harus tetap berjalan sesuai rencana meski daerah tengah menghadapi berbagai tantangan dan dinamika internal pemerintahan.
Baca Juga:
Tulungagung Mulai Program Bongkar Ratoon Tebu 2026, Perkuat Target Swasembada Gula Nasional“Pemerintah daerah harus tetap menjalankan tugasnya sesuai rencana yang telah disusun. Walaupun Tulungagung sedang menghadapi berbagai tantangan, pembangunan tidak boleh mandek. Kami wajib hadir dan melayani kebutuhan infrastruktur masyarakat,” kata Ahmad Baharudin.
Ia juga meminta masyarakat memahami proses administrasi pembangunan yang membutuhkan tahapan dan kelengkapan aturan agar proyek berjalan sesuai regulasi.
“Segala sesuatu memerlukan payung hukum dan administrasi yang lengkap. Kegiatan ini harus dikerjakan dengan aturan yang benar agar hasilnya sah secara hukum dan berkualitas secara teknis,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Baharudin turut merespons masukan sejumlah warga terkait kualitas ketebalan dan kerapian aspal di lapangan.
Menurutnya, masyarakat justru perlu dilibatkan secara aktif dalam mengawasi pembangunan yang menggunakan anggaran negara.
“Saya berharap masyarakat bersabar sekaligus ikut mengawasi. Pengawas internal dan kontraktor memang sudah bekerja, tetapi masyarakat juga memiliki hak untuk memberikan kritik konstruktif apabila menemukan hal yang kurang tepat di lapangan,” tuturnya.
Ia menilai rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas umum menjadi faktor penting agar infrastruktur yang dibangun dapat bertahan lama dan dimanfaatkan secara optimal.
“Jalan ini milik kita bersama. Kalau masyarakat merasa memiliki, maka semuanya akan ikut menjaga dan mengawasi agar pengerjaannya benar-benar kokoh dan awet untuk jangka panjang,” pungkasnya.(*)