KETIK, TULUNGAGUNG – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin secara resmi membuka kegiatan Pembukaan Pameran Temporer Museum Daerah Kabupaten Tulungagung yang digelar di Museum Daerah Tulungagung pada Selasa 22 September 2026 pukul 08.30 WIB.

Acara pameran yang mengusung tema "Ekspresi Seni dan Budaya: Jejak Sejarah, Identitas, dan Mahakarya" ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 September 2026, dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekda Kabupaten Tulungagung, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, jajaran OPD, para kepala museum, narasumber, serta komunitas pegiat sejarah dan kebudayaan, Perwakilan dari Lembaga sekolah yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Dalam laporan pembukaannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung Muhammad Ardian Chandra menyampaikan bahwa pameran ini diselenggarakan berdasarkan program kerja dinas tahun anggaran 2026 dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Pelayanan Museum dan Taman Budaya dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

"Pameran ini bertujuan sebagai media promosi, edukasi, dan komunikasi museum untuk meningkatkan minat kunjungan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang mengenalkan keberagaman seni, budaya, serta nilai sejarah agar menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan budaya bangsa," ujarnya..

Baca Juga:
Kenalkan Sejarah Lokal, SMPN 1 Sumbergempol Boyong 30 Siswa Kunjungi Pameran Temporer Museum Daerah Tulungagung

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin dalam sambutannya menekankan pentingnya peran museum sebagai sumber pengetahuan untuk memahami gagasan, kreativitas, nilai kepercayaan, serta identitas masyarakat yang berkembang dari waktu ke waktu.

"Melalui pameran ini, kita diajak untuk melihat koleksi museum dari perspektif yang lebih luas. Setiap koleksi memiliki cerita dan makna yang berkaitan dengan perjalanan sejarah dan identitas masyarakat," ucap Ahmad Baharudin.

Ahmad Baharudin juga mengapresiasi jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. 

Ia berharap ke depannya Pemkab Tulungagung dapat merancang program dan memberikan ruang bagi pelajar serta masyarakat umum untuk rutin berkunjung dan berdiskusi mengenai sejarah daerah.

Baca Juga:
Jogo Tulungagung di Pagerwojo, Warga Usulkan Perbaikan Jalan hingga Puskeswan

Lebih lanjut, Plt Bupati menyoroti potensi besar sejarah Tulungagung yang telah dikenal hingga tingkat internasional, salah satunya melalui peninggalan fosil Manusia Wajak (Homo wajakensis). 

Menurutnya, potensi sejarah ini harus dipromosikan secara luas untuk menarik wisatawan nasional maupun mancanegara.

"Kita harus menyiapkan museum daerah ini agar benar-benar siap menjadi sarana berwisata, menggali sejarah, dan kebudayaan, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan tempat wisata skala nasional," tegasnya sebelum meresmikan pembukaan pameran.

Pameran temporer tahun ini melibatkan berbagai partisipan dari dalam maupun luar daerah. Selain Museum Daerah Tulungagung sebagai tuan rumah, pameran ini diikuti oleh instansi luar daerah seperti Kedaton Wayang Sukoharjo (Jawa Tengah), UPTD Museum Kota Surabaya, Museum FIB Universitas Airlangga Surabaya, dan Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk. 

Sementara dari lokal Tulungagung, pameran didukung oleh Komunitas Asta Gayatri, Museum Goa Tenggar, Situs Pulotondo, Gudok Sajiwo Jati, serta Komunitas Aji Nyawiji.(*)