Pesan KH Luqman untuk Santri Pasca Mondok di Tremas Pacitan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Muhammad Faizin

2 Mar 2024 11:30

Thumbnail Pesan KH Luqman untuk Santri Pasca Mondok di Tremas Pacitan
Pengasuh Pondok Pesantren Tremas Pacitan, KH Luqman Harist Dimyathi saat memberikan beberapa pesan penting kepada santri pasca mondok. (Foto: Bir Nadian Wildan Ihsana for Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas, Pacitan Jawa Timur KH Luqman Harist Dimyathi, memberikan pesan penting kepada para santri, pasca mondok.

Hal itu disampaikannya dalam acara Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri MA di hadapan ribuan santri Ponpes Tremas Pacitan, selepas diwisuda, Jumat, (1/3/2024) malam.

Pesan penting yang pertama adalah spirit dalam menuntut ilmu. Pasca santri menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren, Luqman tak menginginkan ketika lulus, lantas mereka berhenti menuntut ilmu.

"Nanti setelah lulus jangan berhenti menuntut ilmu kalian tetap harus belajar, mau Hifdhil Qur’an silahkan, mau kuliah silahkan, mau mondok lagi silahkan, mau Ma’had Aly silahkan, mencari ilmu Minal Mahdi Ilallah dimana saja silahkan," pesan KH. Luqman yang juga selaku pimpinan Majlis Ma’arif Pondok Tremas, Jumat, (1/3/2024) malam.

Baca Juga:
Kisah Haru Abd Qodir, Santri Yatim Piatu di Sampang yang Gigih Belajar di Tengah Keterbatasan Biaya

Tak lupa, yang kedua tambah dia, para santri diminta untuk mengamalkan berbagai ilmu yang telah diperoleh semasa mondok. Untuk di terapkan di masyarakat.

"Jangan berhenti untuk mengamalkan ilmu yang telah didapat," imbuhnya.

Sementara itu, ketiga adalah terkait waktu nikah yang bakal dilakoni santrinya. Luqman menjelaskan, bahwa anjuran pernikahan antara santri laki-laki dan perempuan menurutnya memiliki perbedaan.

Bagi santri laki-laki yang baru saja lulus dari pondok pesantren dirasa masih belum cukup ditempa proses kehidupan.

Baca Juga:
Jelang Syawalan Kaliwungu, Deretan Wahana Permainan Mulai "Serbu" Alun-Alun Kendal

Dia mengatakan, sejatinya mereka belum patut untuk langsung meminta dinikahkan oleh orang tuanya.

"Apabila kalian setelah tamat minta nikah ke bapak ibumu itu belum pantas untuk yang lelaki. Coba 7 santri berdiri, lihatlah ini usianya masih 18-21 tahun apa sudah pantas kalau menikah?, Nabi Muhammad saja berumur 25 tahun baru menikah kalian masih usia segini kok ingin menikah," papar KH Luqman menjelaskan.

Menurutnya, pernikahan merupakan hal yang harus dipikirkan secara matang. Bagi lelaki di usia muda, pernikahan tidak disarankan karena tanggung jawabnya besar.

"Santri laki-laki harus siap mengelola kehidupan pernikahan, ekonomi, dan pemikirannya," jelasnya.

Maka, dia berpesan, lelaki dianjurkan untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan pengalamannya dahulu. Tujuannya, agar kehidupan pernikahannya kelak lebih tertata.

Sedangkan, lanjutnya, bagi santri putri lebih diberikan keleluasaan dalam memilih waktu untuk menikah.

Pun dengan catatan, dari segala sisi antara kedua pihak keluarga telah mengaku setuju untuk dinikahkan.

Dia mengambil contoh Siti Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, yang menikah di usia muda, yaitu 11 tahun.

"Apabila sudah memiliki kecocokan dari berbagai pihak, monggo diperbolehkan. Tapi bisa disarankanya mencari ilmu dulu," sambungnya.

Pun ia menegaskan, bahwa menuntut ilmu adalah hal yang paling utama bagi para pemuda dan pemudi.

Alasannya, di usia muda permasalahan cenderung ringan. Tanggung jawab belum sepadat sewaktu usia tua.

"Karena titahnya wanita itu mengikuti dan membantu suami dalam berumah tangga, namun juga dianjurkan untuk menuntut ilmu dahulu," terangnya menyarankan.

Usai memberikan pesan, Luqman berharap santri yang lulus dari Pondok Tremas, dapat menjadi manusia yang lebih baik, kini dan masa mendatang.

Sebagai catatan, Haflah merupakan kegiatan rutin tahunan pondok pesantren yang diselenggarakan menjelang bulan Ramadhan. Kegiatan ini mudah dikenali oleh para alumni dan orang-orang yang familiar dengan pesantren.

Setelah kelulusan, para santri putra dikirim ke berbagai pelosok untuk berdakwah. Dakwah ini diawasi oleh para pembimbing dan alumni yang berada di lokasi dakwah.

Haflah menjadi momen istimewa bagi para santri untuk menunjukkan hasil belajar mereka selama ditempa ilmu agama.

Acara seremonial tersebut dihadiri oleh para wali murid yang berasal dari luar kota, tak sedikit yang berasal dari luar pulau, serta para masyarakat sekitar.

Tak terkecuali para alumni, kehadirannya guna mengobati rasa rindu pada suasana pesantren yang dulu pernah mereka singgahi. (*)

Baca Sebelumnya

RSUD Situbondo Buka Layanan Rawap Inap Pasien Gangguan Jiwa

Baca Selanjutnya

Tim PKK dan Diskoperindag Situbondo Gelar Pasar Murah Beras

Tags:

PONDOK TREMAS PACITAN santri Religi Pendidikan Agama Haflah Akhirussanah Nyantri KH Luqman Harist Dimyathi Ma’had Aly

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar