Perubahan Kurikulum dan Pendidikan yang Lebih Baik

Editor: Mustopa

15 Jan 2025 07:29

Thumbnail Perubahan Kurikulum dan Pendidikan yang Lebih Baik
Oleh: Robik Atul Azzahwah*

Di dunia pendidikan, perubahan kurikulum seringkali menjadi topik yang hangat dibicarakan. Kurikulum yang seharusnya menjadi pedoman dalam proses belajar mengajar, sering kali diganti atau diperbarui dengan alasan untuk mengikuti perkembangan zaman atau peningkatan di dunia pendidikan. 

Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah perubahan kurikulum yang terus menerus ini benar-benar menjamin pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang? Ataukah justru mengarah pada kebingungan dan ketidakpastian dalam dunia pendidikan? 

Akankah kurikulum bisa mendorong para siswa kedepannya lebih berkembang? atau malah lebih bosan dengan pergantian kurikulum secara terus menerus?

Secara teori, perubahan kurikulum dimaksudkan untuk menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja yang terus berkembang. Misalnya, ketika teknologi berkembang pesat, kurikulum pendidikan harus di-upgrade lebih mendalam lagi untuk meningkatkan kualitasnya. 

Baca Juga:
Mitos Bisnis yang Menyesatkan

Atau ketika muncul tantangan sosial baru, seperti keberagaman sosial budaya, perubahan iklim dan lain sebagainya.kurikulum diharapkan dapat mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang lebih bertanggung jawab dan berpengetahuan luas terlebih lagi perkembangan zaman saat ini sangat luas dan teknologi semakin canggih.

Namun, perubahan kurikulum yang terlalu sering dapat memunculkan kebingungan bagi pendidik maupun siswa. Pendidik harus kembali belajar dan beradaptasi lagi terhadap kurikulum baru, bahkah kurikulum sebelumnya pasti mereka masih sulit beradaptasinya dan tiba-tiba kurikulum akan diganti lagi.

Sementara siswa seringkali merasa kesulitan untuk mengikuti perubahan yang terkesan cepat dan tidak konsisten,dimana mereka mulai terbiasa dengan kurikulum sebelumnya tetapi tiba-tiba akan diganti lagi.

Terlalu seringnya perubahan kurikulum dapat mempengaruhi kualitas pendidikan itu sendiri. Pertama, hal ini menciptakan ketidakpastian bagi para guru yang terus-menerus mengubah metode pengajaran mereka. Padahal mereka sudah mengimplementasikan dalam bentuk pengajaran yang beragam sesuai dengan kurikulum sebelumnya.

Baca Juga:
Film Layak Dicintai, Bukan Ditakuti oleh Mereka yang Terpaksa

Kedua, siswa juga akan merasa bingung dengan perubahan tersebut serta mereka akan beradaptasi lagi dengan kurikulum yang baru. Proses pembelajaran akan berubah lagi dengan metode yang terbaru.

Mereka membutuhkan waktu untuk memahami dan menerimanya, dan perubahan yang terlalu cepat dapat mengganggu pemahaman mereka. Selain itu, siswa mungkin merasa jenuh dalam proses pembelajaran dikarenakan metode kurikulum terus berubah-ubah.

Kurikulum yang berubah-ubah tidak serta merta menjamin pendidikan yang lebih baik.,tetapi dapat menimbulkan masalah baru, seperti menurunnya prestasi peserta didik. 

Pendidikan yang baik seharusnya menekankan pada kualitas pengajaran dan pembelajaran yang stabil, serta berfokus pada pengembangan karakter dan keterampilan siswa untuk kehidupan mereka di masa depan. 

Meskipun perubahan kurikulum perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tetap relevan, perubahan tersebut harus didasarkan pada riset yang matang dan bukan sekadar perkembangan zaman saja.

Selain itu, pendidikan juga membutuhkan waktu untuk berkembang dan membangun fondasi yang kuat. Jika kurikulum selalu berubah, maka proses tersebut justru menghambat pengetahuan pendidikan dimasa yang akan datang. 

Perubahan yang terlalu cepat tanpa evaluasi yang tepat hanya akan menciptakan kebingungan dan memperburuk kualitas pendidikan.

Apalagi para siswa akan cenderung bosan dan tidak mau sekolah, jika para siswa tidak mau sekolah siapa yang akan sekolah? Siapa yang akan menjadikan indonesia emas? di saat itulah semuanya akan sadar bagaimana dampak perubahan kurikulum secara cepat. 

Menurut saya perubahan kurikulum dilakukan dengan pendekatan yang lebih terencana , kematangan, dan berdasarkan evaluasi yang mendalam. 

Perubahan kurikulum harus dilakukan dengan melibatkan para ahli pendidikan, guru, dan berbagai pihak agar dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan siswa dan perkembangan zaman tanpa mengorbankan kualitas pendidikan. 

Sebisanya kurikulum yang masih digunakan dikembangkan lebih luas lagi dengan mengupgrade, evaluasi pada perkembangan zaman saat ini dan tidak berfokus pada pergantian kurikulum yang terbaru dengan meninggalkan kurikulum yang lama demi kualitas yang lebih baik daripada kurikulum yang lama. 

Sehingga para guru dan murid akan lebih efektif dalam pembelajaran dan tidak cenderung dalam kurikulum yang diubah-ubah.

Saya berharap menteri yang sekarang akan mempertimbangkan lagi keputusannya akan pergantian kurikulum baru dengan mengevaluasi yang matang sehingga disaat pergantian itu memang benar-benar keputusan yang tepat, sehingga pendidikan di indonesia semuanya merata dan berkembang sesuai dari masa ke masa.

Terutama dalam hal perkembangan zaman yang saat ini diwadahi dengan teknologi yang semakin maju ,dengan itu dapat dikatakan jangan tersangkut paut perubahan kurikulum baru demi menyamai teknologi yang semakin canggih. 

Semua akan berkembang jika dilakukan secara terencana dan kematangan yang maksimal sehingga menciptakan indonesia yang maju akan pendidikan bukan karena trend perkembangan zaman saja.

Perubahan kurikulum yang terus-menerus memang dapat membawa perubahan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada dan memenuhi perubahan zaman.

Namun jika dilakukan tanpa perencanaan yang matang dan terencana, perubahan tersebut justru dapat menjadi bumerang bagi guru siswa dan mengarah pada kebingungan dan ketidakpastian. 

Pendidikan yang berkualitas memerlukan stabilitas, waktu untuk berkembang, dan evaluasi yang tepat. Oleh karena itu, perubahan kurikulum sebaiknya dilakukan secara terencana dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa pendidikan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa dan masyarakat secara umum.

*) Robik Atul Azzahwah merupakan mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma)

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Karikatur by Rihad Humala/Ketik.co.id

****) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.co.id.
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Dua Putra Terbaik Halmahera Selatan Bertemu di Senayan, Bahas Pengembangan Wisata Daerah

Baca Selanjutnya

Khofifah dan Muslimat NU Sowan ke Prabowo, Kenalkan Mustika Mesem dan Mustika Darling

Tags:

opini kurikulum Pendidikan UNISMA

Berita lainnya oleh Mustopa

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Dugaan Suap Tata Kelola Pertambangan Nikel Rp1,5 Miliar

16 April 2026 18:28

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Dugaan Suap Tata Kelola Pertambangan Nikel Rp1,5 Miliar

Pakai Rompi Pink Kejagung dan Tangan Diborgol, Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka

16 April 2026 16:27

Pakai Rompi Pink Kejagung dan Tangan Diborgol, Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

13 April 2026 21:26

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

11 April 2026 13:38

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

10 April 2026 22:10

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

10 April 2026 18:49

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H