KETIK, BANGKALAN – Kabupaten Bangkalan menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang secara resmi meluncurkan kepengurusan Perkumpulan Push-to-Talk Over Cellular Indonesia (POC ID).

Organisasi yang bergerak di bidang komunikasi digital ini diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelayanan publik, penanganan kebencanaan, hingga kegiatan sosial kemanusiaan.

Ketua POC ID Kabupaten Bangkalan, H. Abdurrahman Tohir, menjelaskan bahwa POC ID merupakan teknologi komunikasi yang menggabungkan kemudahan penggunaan handy talky (HT) dengan kecanggihan jaringan internet.

“Pada prinsipnya ini seperti HT, tetapi berbasis digital dan internet. Jadi tidak lagi bergantung pada frekuensi radio, repeater, atau antena. Selama ada jaringan internet, komunikasi bisa dilakukan hingga ke seluruh dunia,” ujarnya saat ditemui usai peluncuran organisasi tersebut. Di Pendopo Wakil Bupati Bangkalan, Minggu, 14 Juni 2026.

Menurutnya, teknologi Push-to-Talk Over Cellular (POC) menawarkan jangkauan yang jauh lebih luas dibanding sistem komunikasi radio konvensional. Pengguna cukup menggunakan perangkat yang terhubung internet untuk berkomunikasi secara cepat layaknya menggunakan HT.

Baca Juga:
Retribusi Sampah Program MBG di Bangkalan Belum Optimal, Kendala Utama pada Pengangkutan

Abdurrahman mengaku tertarik menerima kehadiran POC ID karena memiliki pengalaman panjang di organisasi radio komunikasi seperti ORARI dan RAPI. Baginya, teknologi ini merupakan penyempurnaan dari sistem komunikasi yang selama ini digunakan.

“Ini lebih modern, lebih luas jangkauannya, dan lebih efektif. Karena itu kami melihat keberadaan POC ID sangat potensial untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat maupun pemerintah,” katanya.

"Selama ini, di Bangkalan kita kerap terlibat dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah, mulai pengamanan acara hingga penanganan bencana dan aksi sosial kemanusiaan," tambahnya.

Ke depan, POC ID Bangkalan berencana memperluas sinergi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga instansi lain yang membutuhkan komunikasi cepat di lapangan.

Baca Juga:
Job Fair 2026 Bangkalan di Pendopo Agung Dibanjiri Pencari Kerja, 3.345 Lowongan Disiapkan

“Ketika petugas berada di banyak titik, komunikasi menjadi kunci. Dengan sistem ini, informasi bisa diterima secara langsung dan seluruh personel dapat memantau perkembangan situasi secara bersamaan,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan agar POC ID dapat berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami berkomitmen membantu pemerintah dalam berbagai kegiatan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat Bangkalan. Karena itu dukungan dan sinergi sangat kami harapkan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum POC ID Nasional, Siswadi Siswo Pranoto, menjelaskan bahwa POC ID merupakan organisasi yang mewadahi para pengguna teknologi Push-to-Talk Over Cellular di Indonesia.

“Cara kerjanya mirip HT. Pengguna menekan tombol untuk berbicara, namun koneksinya menggunakan jaringan seluler sehingga bisa terhubung dengan pengguna lain di berbagai daerah,” terangnya.

POC ID sendiri berdiri pada 8 September 2024 dan baru memperoleh legalitas berupa Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM pada awal 2026. Setelah mengantongi badan hukum, organisasi tersebut kini mempercepat pembentukan kepengurusan di berbagai daerah.

Saat ini jaringan POC ID telah menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia, mulai Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua Tengah.

Khusus di Jawa Timur, Bangkalan menjadi kabupaten pertama yang resmi memiliki kepengurusan dan dilantik secara resmi.

“Bangkalan menjadi yang pertama di Jawa Timur. Setelah ini kami akan melanjutkan pembentukan dan pelantikan kepengurusan di berbagai daerah lain, baik di Madura maupun seluruh Jawa Timur,” ungkap Siswadi.

Tak hanya fokus pada komunikasi, POC ID juga menegaskan komitmennya dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Peluncuran organisasi di Bangkalan sengaja dirangkaikan dengan momentum Hari Donor Darah Sedunia sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Siswadi mencontohkan, jaringan komunikasi POC ID pernah membantu mengidentifikasi dan menemukan keluarga seseorang yang terlantar di Kalimantan Timur. Berkat koordinasi cepat antar anggota di berbagai daerah, identitas dan alamat keluarganya berhasil ditemukan dalam waktu singkat.

“Ini menunjukkan bahwa POC ID bukan sekadar wadah komunikasi atau tempat berkumpul. Kami ingin hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui jaringan komunikasi yang cepat, luas, dan responsif,” pungkasnya.

Dengan legalitas yang telah dikantongi dan dukungan berbagai pihak, POC ID optimistis dapat berkembang menjadi organisasi induk pengguna teknologi Push-to-Talk Over Cellular di Indonesia sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pelayanan publik dan aksi kemanusiaan. (*)