Aksi Protes Dapur MBG di Kamal, Camat Bantah Lakukan Intervensi

27 Juli 2026 11:35 27 Jul 2026 11:35

Ismail Hasyim, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Aksi Protes Dapur MBG di Kamal, Camat Bantah Lakukan Intervensi

Puluhan pemuda yang mengatasnamakan Poros Pemuda Bangkalan melakukan aksi didepan Kantor Kecamatan Kamal (Foto: Ismail Hs/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Puluhan massa yang mengatasnamakan Poros Pemuda Bangkalan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Senin. 27Juli 2026.

Koordinator lapangan, Ahmad Romli, hal ini sebagai bentuk protes atas dugaan intervensi Camat Kamal terhadap pemerataan penerima manfaat dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Kamal.

Dalam orasinya, koordinator lapangan,  Ahmad Romli, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kontrol masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

"Kami meminta adanya transparansi dalam penentuan dapur MBG di Kecamatan Kamal. Jangan sampai ada pihak yang diduga mengintervensi sehingga pemerataan penerima manfaat menjadi tidak adil. Program ini harus benar-benar berpihak kepada masyarakat," tegas Ahmad Romli saat menyampaikan orasi.

Menanggapi tudingan tersebut, Camat Kamal Ainul Yaqin membantah keras telah melakukan intervensi terhadap penentuan maupun pemerataan dapur MBG.

"Intinya saya dituduh mengintervensi, padahal saya tidak pernah mengintervensi sekolah mana pun. Itu merupakan kewenangan mereka. Dalam petunjuk teknis juga diatur, apabila sebuah dapur dinilai tidak layak, maka bisa dipindahkan sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Ainul Yaqin kepada wartawan.

Menurutnya, sebagai Camat sekaligus Satgas Kecamatan Kamal, dirinya hanya menjalankan fungsi koordinasi dan pengawasan sesuai tugas yang diberikan.

"Saya hanya meminta data dapur MBG karena atasan saya meminta laporan. Apakah meminta data itu disebut intervensi? Camat punya hak mengetahui data tersebut untuk kepentingan pelaporan. Saya tidak pernah mengatur siapa yang harus mengelola dapur," katanya.

Ainul juga menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat enam dapur MBG yang beroperasi di Kecamatan Kamal, tersebar di wilayah Gili Timur, dua titik di Banyuajuh, Tanjungjati, Kebun, dan Telang.
Ia menegaskan, apabila ditemukan persoalan di lapangan, pihak kecamatan hanya akan meneruskan laporan kepada pemerintah kabupaten tanpa mengambil keputusan sepihak.

"Kalau ada laporan mengenai suatu dapur, saya hanya melaporkan ke kabupaten. Saya tidak pernah berniat menutup atau menghentikan operasional dapur, karena itu menyangkut mata pencaharian orang. Saya tidak ingin merugikan masyarakat," ungkapnya.

Ainul berharap seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah apabila terdapat persoalan dalam pelaksanaan program MBG, sehingga tidak langsung berujung pada aksi demonstrasi.

"Masyarakat Kamal sudah cerdas. Kalau memang ada persoalan, mari disampaikan melalui komunikasi yang baik. Kita sama-sama mengawal agar program MBG berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP. Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri dengan tertib. Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar Kantor Kecamatan Kamal tetap aman dan kondussif. (*)

Tombol Google News

Tags:

Aksi Unjukrasa Poros Pemuda Bangkalan Kantor Kecamatan Kamal