KETIK, MALANG – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) resmi taken kerja sama dan kolaborasi riset bersama Jaxartes Advisory Ltd., sebuah perusahaan swasta berbentuk perseroan terbatas (Private Company Limited) yang terdaftar di Hongkong dan bergerak dalam bidang konsultasi bisnis serta investasi. Kerja sama ini menjadi upaya UB dalam memperluas jejaring internasional.
Pertemuan berlangsung di Ruang Balai Senat Gedung Sentral FBiPK dengan dihadiri langsung oleh Direktur Jaxartes Advisory Ltd. dan disambut dengan hangat oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, jajaran International Office Relation, serta Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) FBiPK UB.
Pertemuan ini memiliki agenda utama, yakni diskusi kolaborasi dan pengembangan inovasi di bidang industri pertanian dan kehutanan yang berorientasi pada penguatan jejaring internasional, pengembangan teknologi, serta hilirisasi hasil penelitian.
Pada momen ini, Wakil Dekan Bidang Akademik FBiPJ UB, Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., menyampaikan bahwa kolaborasi bersama sektor industri dan perusahaan menjadi langkah penting dalam memperluas implementasi riset yang berdampak bagi masyarakat dan dunia industri.
“FBiPK terus membuka peluang kerja sama strategis dengan berbagai mitra internasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas riset, inovasi, serta pengembangan industri pertanian berkelanjutan,” tuturnya.
Baca Juga:
Staycation Saat Libur Sekolah? Grand Mercure Malang Mirama Tawarkan Potongan Harga hingga 25%Diskusi lintas sektor ini membahas berbagai potensi kerja sama, mulai dari riset bersama, pengembangan teknologi bioindustri pertanian, penguatan jejarinf investasi, hingga peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia.
Direktur Jaxartes Advisory Ltd., Fawad Quraishi menyampaikan ketertarikannya pada berbagai inovasi dan potensi riset yang dimiliki FBiPK UB, khususnya dalam bidang pertanian berkelanjutan dan pengembangan bioindustri.
“Kami melihat FBiPK memiliki potensi besar dalam pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Kami berharap diskusi ini menjadi awal dari kerja sama yang produktif dan berkelanjutan,” ungkap Fawad Quraishi.
Baca Juga:
Viral Anggota DPRD Kota Malang Diduga Punya SPPG, Aktivis Antikorupsi: Tidak Paham Etika!Tak hanya membahas potensi riset, pertemuan ini juga menjadi sarana diskusi dengan pertukaran gagasan terkait tantangan global di sektor pertanian dan kehutanan, termasuk pengembangan industri hijau, keberlanjutan lingkungan, serta inovasi berbasis teknologi.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FBiPK UB turut memberikan tambahan bahwa kerja sama internasional seperti ini diharapkan bisa membuka peluang lebih luas dan memberikan fasilitas bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi global.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada penguatan riset dosen, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam program internasional dan pengembangan kapasitas di bidang bioindustri pertanian,” ujarnya penuh harapan.
Dengan pertemuan kerja sama antar sektor pendidikan dan industri, FBiPK UB terus mengukuhkan komitmennya sebagai fakultas yang terus aktif membangun relasi kolaborasi internasional sebagai bentuk implementasi SDG 9 Industri, Inovasi, Infrastruktur dan SDG 17 kemitraan untuk mencapai tujuan.(*)