Perkuat Riset Strategis, Universitas Brawijaya Tambah 5 Profesor Baru

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

9 Feb 2026 17:13

Thumbnail Perkuat Riset Strategis, Universitas Brawijaya Tambah 5 Profesor Baru
Empat dari lima Profesor yang baru dikukuhkan Universitas Brawijaya, Senin, 9 Februari 2026. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan lima profesor baru pada Senin, 9 Februari 2026. Kelima pakar ini membawa inovasi strategis dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari ketahanan pangan hingga reformasi hukum pidana.

Universitas Brawijaya mengukuhkan lima profesor baru yang terdiri dari Prof. Mashudi (Fakultas Peternakan) pakar bidang Ilmu Teknologi Pakan Ternak Ruminansia, Prof. Prija Djatmika (Fakultas Hukum) pakar bidang Ilmu Hukum Pidana, Prof. Tri Yudani Mardining Raras (Fakultas Kedokteran) profesor bidang Biokimia Biomolekuler, Prof. Agustin Iskandar (Fakultas Kedokteran) profesor bidang Ilmu Patologi Klinik, serta Prof. Tatit Nurseta (Fakultas Kedokteran) yang mengembangkan model PERMATA MOLA.

Prof. Mashudi memperkenalkan Peternakan Model Nutrisi Presisi Ruminansia Perah (NPRP) yang merupakan Proteksi Protein dan Asam Amino Berbasis Konden Tanin. Model ini cocok diterapkan untuk peternakan perah tropis berkelanjutan.

​"Ternak Ruminansia, khususnya sapi perah dan kambing perah, memiliki peran strategis dalam penyediaan protein hewani melalui produksi susu serta menjadi sumber pendapatan utama bagi peternak rakyat di Indonesıa," ujarnya, Senin, 9 Februari 2026.

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

Produk susu yang berkualitas ditentukan oleh pengelolaan nutrisi khususnya protein. Dalam NPRP, rumen bekerja sebagai pabrik biologis melalui proteksi selektif protein dan asam amino esensial pembatas, yaitu lisin dan metionin.

Dari bidang hukum, Prof. Prija Djatmika dikukuhkan sebagai Profesor bidang Ilmu Hukum Pidana. Ia mengusung Clear-Asset Model, sebuah gagasan yang mengedepankan pengembalian aset hasil korupsi.

"Model ini memformulasikan mekanisme pengembalian aset yang sistematis, terpisah dari pemidanaan, serta mengakomodasi perampasan aset in rem tanpa harus menunggu putusan pidana dalam kondisi tertentu," ujarnya. 

Menurutnya, model ini tetap menjamin kepastian hukum serta perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM). Model ini dapat digunakan sebagai rujukan akademik dan kebijakan reformasi hukum.

Baca Juga:
Antisipasi Krisis Energi, Universitas Brawijaya Siap Terapkan Skema Perkuliahan Hybrid

Prof. Tri Yudani Mardining Raras mendobrak pandangan tentang protein rekombinan yang sering hanya dianggap sebagai alat uji hipotesis. Ia mengembangkan protein rekombinan yang dapat berperan sebagai agen serodiagnosis, prototype vaksin, hingga protein terapeutik. Selama 16 tahun, ia meneliti penggunaan Ag38 untuk protein rekombinan. 

"Lebih flexible sesuai kebutuhan, jika satu jenis protein tidak berfungsi secara optimal, maka bisa segera diubah constructnya, dengan modifikasi komponen protein ataupun epitopnya secara independen," jelasnya.

Prof. Agustin Iskandar, menyoroti metode diagnostik dan biomarker yang belum diikuti dengan peningkatan kemampuan untuk memprediksi perjalanan penyakit dan luaran klinis pasien. Ia memperkenalkan model HOPE-ID (Host-Oriented Prognostic Evaluation in Infectious Diseases), sebagai paradigma baru prognosis penyakit infeksi berbasis respons inang. 

"HOPE-ID menggunakan pendekatan multidimensional, relevansi lintas spektrum. Ada potensi mengintegrasikan AI sehingga pengambilan keputusan klinis lebih presisi dan tepat waktu," ujarnya. 

Prof. Tatit Nurseta memperkenalkan model PERMATA MOLA. Inovasi ini bertujuan mencegah kasus hamil anggur (Mola Hidatidosa) melalui penggabungan epidemiologi, karakteristik molekuler trofoblas, regulasi hormonal, serta peran nutrisi maternal pada kelompok risiko tinggi. 

"Model ini menekankan intervensi sebelum kehamilan sebagai tahap kunci untuk menurunkan insiden MH dan mencegah transformasinya menjadi PTM," ujarnya.(*)

Baca Sebelumnya

Korban Pemukulan Oknum ASN Kecamatan Parengan Jalani Observasi Patah Hidung

Baca Selanjutnya

Modus Janji Temu Tipu Korban, Komplotan Pencuri Mobil Dibekuk Jatanras Polda Sumsel

Tags:

Universitas Brawijaya Profesor Pengukuhan Guru Besar UB

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar