KETIK, SURABAYA – Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur bersama Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur menyerahkan bantuan Alat Ekonomi Produktif (AEP) dan Peti Koin Bermantra kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Maindu, Kabupaten Tuban, Rabu 6 Mei 2026.

Bantuan tersebut diberikan sebagai langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat kelembagaan usaha, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa hutan melalui pengembangan usaha kehutanan yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi menegaskan bahwa setiap kegiatan harus berorientasi pada hasil (outcome) dampak (impact) serta diperlukan evaluasi yang terukur guna memastikan setiap bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat nyata.

"Setiap kegiatan harus berorientasi pada hasil (out come) dan dampak (impect) oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi yang terukur untuk memastikan setiap bantuan yang diberikan benar benar memberikan manfaat nyata, meningkatkan produktivitas serta berdampak pada kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan," tegas Jumadi.

Di sisi lain, kolaborasi lintas sektor juga terus diperkuat untuk membuka peluang hilirisasi produk kehutanan, sehingga hasil usaha masyarakat tidak hanya berhenti di produksi, tetapi mampu menembus pasar dengan nilai ekonomi yang lebih.

Baca Juga:
Pegawai Dishut Jatim Diberi Pembinaan soal Hutan Berkelanjutan, Biar Apa?

Namun, pembangunan kehutanan tidak hanya berbicara tentang ekonomi. Kelestarian lingkungan tetap menjadi fondasi utama. Keseimbangan antara produktivitas dan konservasi menjadi kunci agar manfaat hutan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, salah satu anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Aulia Hany Mustikasari menegaskan bahwa bantuan Alat Ekonomi Produktif dapat meningkatan produktivitas.

"Bantuan Alat Ekonomi Produktif ini bukan sekadar dukungan sarana, tetapi merupakan stimulus untuk mendorong peningkatan produktivitas, memperkuat kelembagaan Kelompok Tani Hutan, serta membuka peluang hilirisasi agar hasil usaha memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," ujar Aulia.

Dengan sinergi dan komitmen bersama, kehutanan Jawa Timur terus bergerak bukan hanya menjaga hutan tetap lestari, tetapi juga memastikan masyarakat di dalam dan sekitarnya semakin sejahtera. (*)

Baca Juga:
Warga Socorejo Tuban Resah, Perpanjangan SHGB Pelabuhan SIG Dinilai Minim Pelibatan Masyarakat