KETIK, TULUNGAGUNG – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan Pondok Pesantren (Ponpes) KAMUS Desa Doroampel bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Doroampel untuk memperkuat kepedulian sosial.
Melalui kegiatan santunan anak yatim yang digelar di halaman Ponpes KAMUS, Jumat malam, 10 Juli 2026, puluhan warga dan tokoh masyarakat berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan dan keagamaan.
Acara diawali dengan lantunan selawat dari Grup Sholawat Arroudhoh, grup selawat kebanggaan Desa Doroampel, yang mengiringi pembukaan kegiatan dan menghadirkan suasana khidmat.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Kecamatan Sumbergempol mewakili Camat Sumbergempol, Wakapolsek Sumbergempol mewakili Kapolsek, Kepala Desa Doroampel Agus Muhaji beserta jajaran perangkat desa, unsur Forkopimcam, pengurus NU Ranting Doroampel, badan otonom NU seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU, para ketua jamaah Yasin Tahlil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga para sponsor.
Ketua Panitia, Ali Amsaini, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang menjadi hasil kolaborasi antara pondok pesantren, pemerintah desa, para donatur, dan masyarakat.
Baca Juga:
Kasus Viral Eks Karyawati PT API Tulungagung Berakhir Damai di Disnakertrans Tulungagung"Kami sangat bersyukur ke hadirat Allah SWT. Berkat kerja sama yang solid antara pihak pondok pesantren, pemerintah desa, para donatur, dan seluruh elemen masyarakat, peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan santunan anak yatim ini dapat terlaksana dengan lancar," ujarnya.
Menurut Ali, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial melalui budaya berbagi kepada anak-anak yatim.
Ia menjelaskan, pada tahun ini panitia memberikan santunan kepada 14 anak yatim aktif serta tiga anak yang telah memasuki kategori purna yatim.
"Tahun ini jumlah anak yatim aktif yang kami santuni sebanyak 14 anak, ditambah tiga anak purna yatim. Alhamdulillah seluruh rangkaian santunan berjalan lancar," katanya.
Baca Juga:
Perkuat Kepedulian Sosial, Pemdes Bukur Bersama Ranting NU Gelar Pengajian Umum dan Santunan Anak YatimUntuk menyukseskan kegiatan tersebut, panitia berhasil menghimpun dana sebesar Rp67.715.000. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp9.600.000 merupakan bantuan stimulan dari Pemerintah Desa Doroampel, sedangkan sisanya berasal dari sumbangan masyarakat Nahdliyin Desa Doroampel.
Ali menambahkan, perhatian terhadap anak yatim di Desa Doroampel tidak hanya dilakukan saat Tahun Baru Islam. Melalui Yayasan Yatim dan Dhuafa "Miftahur Rahmah" NU Ranting Doroampel, santunan rutin juga diberikan setiap bulan.
"Kami ingin menyampaikan bahwa anak-anak yatim kita ini tidak hanya menerima santunan setahun sekali. Melalui Yayasan Miftahur Rahmah NU Doroampel, mereka disantuni setiap bulan. Dana ini bergerak berkat kedermawanan para donatur warga Nahdliyin yang dikoordinasikan oleh para relawan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Doroampel, Agus Muhaji, mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.
"Atas nama Pemerintah Desa Doroampel, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus santunan anak yatim malam ini. Semoga kehadiran kita membawa manfaat, baik di dunia maupun di akhirat," ujarnya.
Agus mengatakan kegiatan santunan anak yatim telah menjadi agenda rutin tahunan yang digagas bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama Ranting Doroampel sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim di desa tersebut.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan berbagi rezeki agar keberkahan senantiasa menyertai kehidupan warga.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Mauidhah Hasanah yang disampaikan KH Agus Muadzin, M.Pd.I dari Kota Blitar. Tausiah tersebut mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.(*)