Penerimaan Pajak 2025 Tak Capai Target, Basis Pajak Dinilai Melemah

Editor: Muhammad Faizin

15 Jan 2026 06:40

Thumbnail Penerimaan Pajak 2025 Tak Capai Target, Basis Pajak Dinilai Melemah
Ilustrasi lapor pajak tahunan untuk perseorangan. (Foto: Freepik.com/rawpixel-com)

KETIK, YOGYAKARTA – Realisasi penerimaan pajak sepanjang 2025 belum mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun, atau 87,6 persen dari target APBN 2025 yang dipatok Rp2.189,3 triliun. Kondisi ini menyisakan kekurangan penerimaan pajak sebesar Rp271,7 triliun.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Rijadh Djatu Winardi, menilai melesetnya target penerimaan pajak tersebut mencerminkan persoalan struktural yang lebih dalam. Menurutnya, masalah ini tidak dapat dilihat semata sebagai kendala administratif, melainkan sebagai indikasi melemahnya basis pajak nasional.

“Hal ini harus dibaca sebagai refleksi tekanan berlapis yang dihadapi perekonomian dan sistem fiskal kita, yang mengalami perlambatan serta berbagai guncangan sepanjang tahun,” ujar Rijadh, seperti dikutip dari siaran pers UGM, Rabu, 14 Januari 2026. 

Rijadh menjelaskan perlambatan ekonomi berkontribusi langsung terhadap kinerja penerimaan pajak. Aktivitas usaha yang melemah menekan laba perusahaan, sementara konsumsi rumah tangga yang tertahan mengurangi potensi penerimaan dari sektor pajak konsumsi. Di luar faktor ekonomi, kejadian non-ekonomi seperti bencana juga ikut memperburuk kinerja fiskal.

Baca Juga:
Kanwil DJP Jabar II Kolaborasi dengan Pemkab Indramayu, Optimalisasi Penerima Pajak Tahun 2026

Selain faktor ekonomi, Rijadh menyoroti tantangan dari sisi administrasi perpajakan. Ia menyebut implementasi Core Tax Administration System yang belum optimal menghambat peningkatan kualitas layanan, pelaporan, serta pengawasan pajak.

“Akibatnya, upaya ekstensifikasi dan intensifikasi pajak sepanjang 2025 belum memberikan hasil maksimal dan berpotensi menurunkan kepatuhan sukarela jika tidak segera dibenahi,” katanya.

Rijadh menilai pemerintah perlu menata ulang strategi pengelolaan perpajakan dengan menyeimbangkan penegakan hukum dan peningkatan literasi pajak. Dalam sistem perpajakan berbasis self-assessment, kata dia, kepatuhan jangka panjang hanya dapat tercapai apabila wajib pajak memahami kewajibannya dan merasakan kepastian serta keadilan dalam layanan administrasi.

“Kepatuhan tidak bisa dipaksakan terus-menerus. Wajib pajak harus merasa sistem ini adil dan dapat dipercaya,” ujarnya.

Baca Juga:
Era Transparansi CoreTax 2026! Mengapa Pengusaha Tak Bisa Lagi Sembunyikan Aset?

Ia juga mendorong pemerintah untuk mengadopsi pendekatan kebijakan yang lebih mempertimbangkan perilaku wajib pajak, bukan sekadar mengandalkan aturan tertulis. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dan minim dampak terhadap aktivitas usaha.

“Pendekatan ini relatif murah, tidak mengganggu aktivitas usaha, dan berpotensi memperkecil tax gap secara bertahap,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rijadh menekankan pentingnya optimalisasi pemajakan berbasis rantai nilai (value chain). Ia menilai banyak potensi penerimaan pajak hilang akibat fragmentasi transaksi dalam satu ekosistem bisnis, bukan karena tarif pajak yang rendah.

“Dengan memanfaatkan data lintas sektor dan lintas institusi, pemerintah dapat memetakan rantai nilai secara lebih utuh sehingga ketidaksesuaian antara input, output, dan margin usaha bisa terdeteksi lebih dini,” paparnya.

Rijadh juga menilai penguatan peran pemerintah daerah menjadi kunci dalam memperluas basis pajak nasional. Selama ini, pajak pusat dan pajak daerah sering berjalan sendiri-sendiri, padahal aktivitas ekonomi informal justru lebih dekat dengan pemerintah daerah.

“Dalam jangka menengah, sinergi ini dapat memperluas basis pajak tanpa harus menaikkan tarif,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Ancaman Longsor di Ketol, Pemkab Aceh Tengah Buka Jalan Alternatif

Baca Selanjutnya

Kota Surabaya dan Jember Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

Tags:

Pajak Target Pajak Dirjen Pajak memenuhi target

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar