KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang mendukung dan mengapresiasi program cabainisasi yang dilakukan oleh Fakultas Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (FTAB) Universitas Brawijaya (UB). Program tersebut digadang mampu menekan inflasi yang disebabkan oleh tingginya harga cabai.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan penting bagi perguruan tinggi ikut menyukseskan program strategis nasional (PSN). Terlebih melalui program Mahasiswa Membangun Mitra (3M), para mahasiswa akan turut mendistribusikan bibit cabai ke 57 kelurahan di Kota Malang.
"Jadi program strategis nasional yang untuk menekan inflasi. Itu kan ada beberapa kelurahan di Kota Malang yang memang butuh terkait dengan bibit-bibit cabai," ujarnya, Senin, 21 Juni 2026.
Program yang dibawa oleh mahasiswa ini juga selaras dengan upaya Pemkot Malang. Sudah banyak bibit cabai yang turut dibagikan oleh pemerintah kepada masyarakat untuk menekan harga cabai dan meningkatkan kemandirian masyarakat.
"Terkait dengan inflasi, cabai masih cukup tinggi. Inilah dengan adanya bibit cabai akan bisa membantu kelurahan-kelurahan yang memang saat ini bisa ditanami cabai. Ada beberapa tur dominasinya di Kecamatan Kedungkandang dan ada juga beberapa luasan yang ada di Kecamatan Blimbing," lanjutnya.
Baca Juga:
Beredar Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Malang 22 Juni 2026, PLN Pastikan Hoaks!Tak hanya itu, Wahyu juga berpesan agar mahasiswa dapat membantu menyusun program pembangunan di setiap kelurahan. Terlebih dengan adanya program RT Berkelas, diharapkan mahasiswa dapat membantu masyarakat menyusun program prioritas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Apalagi kita punya program RT Berkelas, memberikan Rp50 juta per RT. Nanti mahasiswa bisa membantu masyarakat untuk sama-sama menyusun satu program prioritas yang memang diinginkan oleh masyarakat di tingkat yang paling bawah, ini tingkat RT. Termasuk dengan teknologi tepat guna, itu juga membantu perekonomian dan juga ada lingkungan," tuturnya.
Sementara itu, Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan menjelaskan cabainisasi menjadi implementasi dari program ketahanan pangan. Nantinya 856 mahasiswa yang diterjunkan akan membantu penyebaran dan penanaman bibit cabai.
"Ini adalah program ketahanan pangan, yaitu cabainisasi. Kita memberikan bibit cabai ke 57 kelurahan. Kita ada 856 mahasiswa sudah menyiapkan untuk setiap kelurahan ada banyak (bibit cabai) karena ini program cabainisasi. Nah, itu masuk di dalam program ketahanan pangan pemerintah," tutur Prof. Yusuf. (*)