Pemkab Bandung Atasi Kelangkaan Beras di Toko Swalayan dan Pasar Rakyat

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

15 Feb 2024 06:57

Thumbnail Pemkab Bandung Atasi Kelangkaan Beras di Toko Swalayan dan Pasar Rakyat
Kadisperdagin Kab Bandung Dicky Anugerah saat sidak kepokmas di toko swalayan. (Foto: Iwa/Ketik.co.id)

KETIK, BANDUNG – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung Dicky Anugerah menyatakan masalah kelangkaan beras yang terjadi di toko ritel modern sudah ditangani bersama lintas sektor Disperindag Jawa Barat, Bulog dan Disperdagin Kabupaten Bandung, dengan mengirimkan beras dari Bulog ke ritel modern dan pasar rakyat.

"Pada saat kita sidak kepokmas hari Senin (12/2) lalu, kami sudah menyalurkan beras ke toko ritel modern dan pasar rakyat, berupa beras dari program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP), dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang per kilogramnya seharga Rp10.900," ungkap Dicky di Kantor Disperdagin, Soreang, Kamis (15/2/2024).

Dicky juga menyebut penyebab kenaikan harga dan kelangkaan beras antara lain akibat masa tanam yang berubah, karena dampak Fenomena el Nino. Sehingga satu musim tanam terlewati dan masa panen beras menjadi mundur diperkirakan pada bulan Maret-April 2024.

Penyebab lainnya, imbuh Dicky, karena kegiatan distribusi beras terganggu akibat libur long weekend. Sehingga tidak ada kegiatan distribusi beras terutama ke toko swalayan.

Baca Juga:
Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

"Faktor kenaikan harga yang ketiga, karena harga beli dari supplier tinggi, termasuk kondisi toko swalayan yang tidak boleh menjual beras dengan harga di atas HET juga jadi kendala," kata Dicky.

Dengan kelangkaan dan mahalnya komoditas beras, lanjut Dicky, Perum Bulog Kanwil Jabar akan menyalurkan Bantuan Pangan sebanyak 44 ribu ton per bulannya ke pasar-pasar, baik tradisional maupun modern. 

"Langkah ini dilakukan dengan fokus pada tingkat agen dan pasar rakyat untuk memastikan ketersediaan dan distribusi beras yang cukup di wilayah Kabupaten Bandung dan demi menjaga stabilitas pangan masyarakat Kabupaten Bandung. Pendistribusian ini akan terus dilanjutkan, untuk menahan laju kenaikan beras di pasaran," tandas Dicky.

Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan stok cadangan beras di Kabupaten Bandung masih dalam kondisi aman hingga tiga bulan ke depan.

Baca Juga:
Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Bupati Bandung mengatakan pihaknya melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung terus melakukan monitoring ke sejumlah pasar agar kenaikan tidak terlalu melambung.

"Di Kabupaten Bandung sendiri kami  siapkan 800 ton beras cadangan, Jadi, kondisinya masih aman dan enggak usah khawatir," kata bupati. (*)

Baca Sebelumnya

Kelelahan, 536 Anggota KPPS di Sulawesi Selatan Tumbang

Baca Selanjutnya

Antisipasi Kenaikan Bahan Pokok, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Intervensi

Tags:

Beras Harga beras PEMKAB BANDUNG pasar

Berita lainnya oleh Iwa AS

Ziarah Hari Jadi Kabupaten Bandung, Bupati Kang DS Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Kepedulian Sosial

16 April 2026 15:53

Ziarah Hari Jadi Kabupaten Bandung, Bupati Kang DS Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Kepedulian Sosial

Masih Dibutuhkan, Bupati Bandung Minta ke Presiden Aktifkan Lagi Satgas Citarum Harum

16 April 2026 00:23

Masih Dibutuhkan, Bupati Bandung Minta ke Presiden Aktifkan Lagi Satgas Citarum Harum

Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

15 April 2026 20:50

Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

15 April 2026 15:39

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H