KETIK, PEKANBARU – Tabir gelap pembunuhan brutal yang menimpa Dumaris Deniwati Boru Sitio, 60, di Kelurahan Limbungan, Rumbai, akhirnya tersingkap. Tak disangka, otak di balik aksi perampokan berdarah pada Rabu (29/4) tersebut adalah AF, wanita yang tak lain merupakan menantu korban sendiri.
Pelarian AF dan komplotannya berakhir di tangan tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru. Empat pelaku diciduk di lokasi persembunyian berbeda, yakni di Aceh Tengah dan Kota Binjai, Sumatera Utara, Sabtu (2/5).
Skenario "Tamu" Berujung Maut
Aksi biadab ini terekam jelas dalam rekaman CCTV rumah korban di Jalan Kurnia. Drama dimulai saat sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah. AF, yang mengenakan kaus hitam, masuk lebih dulu dan berpura-pura bertamu. Ia bahkan sempat menyalami mertuanya dengan sopan sebelum duduk berbincang di ruang tamu.
Namun, itu hanyalah siasat. Di belakang AF, tiga pelaku lain—seorang wanita ber-hoodie dan dua pria—sudah bersiap. Saat korban lengah, salah satu pelaku pria yang mengenakan masker tiba-tiba menghantamkan balok kayu ke kepala Dumaris berkali-kali hingga korban terkulai tak berdaya.
Baca Juga:
Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi BesarUsai memastikan korban tewas, para pelaku menggasak sejumlah perhiasan dan uang valuta asing milik korban. Sebelum kabur, mereka sempat merusak kamera CCTV untuk menghilangkan jejak.
Kepulangan Suami yang Memilukan
Jasad Dumaris pertama kali ditemukan oleh suaminya, Salmon Meha, 61. Pagi itu, Salmon sempat mengajak istrinya mengurus pajak kendaraan, namun korban memilih tinggal di rumah.
Saat pulang sekitar pukul 11.00 WIB, Salmon mendapati pintu rumah terbuka lebar dan kondisi kamar yang acak-acakan. Ia lantas menemukan sang istri sudah terbujur kaku bersimbah darah di area dapur.
Baca Juga:
Dibesuk Teman Satu Angkatan di Akpol, Kapolda Jambi TerisakAtensi Khusus Kapolda
Kasus ini menyita perhatian serius Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Jenderal lulusan Akpol 1996 tersebut menekankan bahwa pengungkapan kasus ini adalah bentuk kewajiban moral Polri.
"Ini bukan sekadar penegakan hukum, tapi kewajiban moral yang harus dibatinkan bahwa kalian adalah pelayan masyarakat," tegas Irjen Herry.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, menyatakan bahwa saat ini para pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif. Polisi fokus mendalami motif utama sang menantu hingga tega mendalangi pembunuhan keji terhadap mertuanya sendiri. (*)