Pelarian Buron Internasional Mami Geng Narkoba Dewi Astutik Berakhir di Kamboja

Jurnalis: M. Rifat
Editor: Rahmat Rifadin

4 Des 2025 02:31

Thumbnail Pelarian Buron Internasional Mami Geng Narkoba Dewi Astutik Berakhir di Kamboja
Dewi Astutik buron interpol kasus penyelundupan narkotika seberat dua ton sabu saat tiba di Terminal Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, 3 Desember 2025 (Foto: BNN RI)

KETIK, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Interpol dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berhasil menangkap buronan internasional Dewi Astutik, yang juga dikenal dengan alias "Mami," di Sihanoukville, Kamboja, pada Selasa 3 Desember 2025.

Penangkapan ini merupakan langkah besar dalam upaya pemberantasan narkotika, mengingat Dewi Astutik disebut sebagai aktor intelektual di balik penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun.

Dewi Astutik, yang memiliki nama asli Pariyatin (43 tahun) dan berasal dari Ponorogo, Jawa Timur, merupakan pengedar besar yang terkait dengan jaringan "Segitiga Emas" (Golden Triangle) dan rekan dekat gembong narkoba Indonesia Fredy Pratama.

Ia juga diburu oleh Korea Selatan dan negara-negara lain karena perannya sebagai rekrutor jaringan narkoba yang beroperasi lintas Asia-Afrika.

Baca Juga:
35 Kg Barang Haram Dilumat BNN, Hasil Bongkar Sindikat Narkotika di Bandara hingga Bali

Kepala BNN, Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto, mengonfirmasi keberhasilan operasi lintas negara ini. Operasi ini berhasil, tegasnya, berkat kerja sama antarlembaga dan internasional yang kuat.

"Beliau juga menambahkan bahwa penangkapan ini sangat signifikan," kata Komjen Suyudi dalam keterangan resmi.

"Dia merupakan aktor utama dari penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun dan kasus narkotika lainnya yang terjadi di wilayah Indonesia. Penangkapan dua ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika," ujarnya.

Jejak Licin dan Jaringan Internasional

Baca Juga:
Ini Kronologi 9 Kasus Narkotika yang Diungkap BNN di Bandara hingga Bali

Dewi Astutik telah menjadi buronan BNN sejak 2024 dan kerap berpindah-pindah negara serta mengubah penampilan untuk menghindari deteksi aparat. Ia sempat memiliki riwayat sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan dan Hong Kong, sebelum menetap dan menjadi buron di Kamboja.

Diketahui, Dewi Astutik menggunakan identitas adiknya untuk mengelabui aparat. Komjen Suyudi Ario Seto lebih lanjut menjelaskan penelusuran ini akhirnya membawa mereka ke posisi strategis Dewi Astutik.

"Berdasarkan hasil analisa terdapat dua nama utama asal Indonesia yang mendominasi kawasan Golden Triangle, yakni Fredy Pratama dan Par alias Dewi Astuti alias Kak Jinda alias Dinda ini," kata Ario.

Penangkapan Dewi Astutik ini dilihat sebagai titik balik yang dapat mempertegas fokus aparat pada buronan terbesar Indonesia yang tersisa, yakni Fredy Pratama. Dewi Astutik telah diterbangkan ke Jakarta dan sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap seluruh jaringan keuangan, logistik, dan sindikat lainnya.

"Berperang terhadap narkoba demi kemanusiaan tentunya sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden. Khususnya poin ke-7 terkait pemberantasan narkoba sebagai bagian reformasi hukum..." tambah Komjen Suyudi Ario Seto. (*)

Baca Sebelumnya

Istana Akui Kerusakan Lingkungan Perparah Banjir Sumatera

Baca Selanjutnya

Di Sleman 3.513 PPPK Terima SK, Bupati Harda Kiswaya: Malu Jika Pelayanan Setengah Hati

Tags:

dewi astutik burnon internasional buron narkoba bnn

Berita lainnya oleh M. Rifat

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

13 April 2026 06:00

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

13 April 2026 04:01

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H