KETIK, TUBAN – Puluhan pekerja tergabung dalam tim 5 Ring 1 PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-awar menggelar aksi spontanitas di gerbang pembangkit pada Selasa 1 September 2026 pagi.
Aksi tersebut menyasar pekerja PT Surveyor Indonesia (SI) yang memenangkan tender pengadaan batu bara.
Aksi dimulai sekitar pukul 07.40 WIB di Gerbang PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-awar, Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Sekitar 10 orang massa aksi yang dikoordinatori Firdaus, warga Desa Wadung, membentangkan sejumlah poster berisi tuntutan.
Dalam orasinya, massa menuntut agar perusahaan kembali mempekerjakan karyawan PT Soko Pindo, perusahaan pemasok batu bara sebelumnya, serta menuntut kejelasan kontrak kerja perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).
"Tuntutan utama kami agar karyawan lama dari PT Soko Pindo dipekerjakan kembali dan ada kepastian kontrak 3 tahun dengan BPJS," ujar koordinator aksi di lokasi.
Baca Juga:
Target 3 Kasus, Polresta Tuban Justru Berhasil Ungkap 4 Perkara Narkoba Selama 12 HariPantauan di lokasi, massa membawa sejumlah poster dan banner dengan tulisan terkait ketenagakerjaan seperti tolak upah murah, kontrak tiga tahun tanpa BPJS serta boikot PT SI Surveyor Indonesia.
"PT Surveyor Indonesia sudah menginjak-injak harga diri ring 1," tulis salah satu poster tersebut
Bahkan, puncak aksi terjadi pada pukul 08.00 WIB. Massa melakukan swiping atau pemeriksaan terhadap karyawan PT SI yang masuk ke area pembangkit.
Baca Juga:
Benang Merah Suap Tambang Rp 600 Juta, dari Bos CK ke Perempuan EDP ASN Internal Kejari TubanPerusahaan tersebut merupakan pemenang tender penyedia batu bara di PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-awar.
Hingga berita ini ditulis, pihak PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-awar maupun PT SI Surveyor Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para pekerja tersebut.(*)