Pedagang Sembako Kelabakan, Beras SPHP Bulog di Pacitan Kian Menyusut

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

12 Feb 2024 09:52

Thumbnail Pedagang Sembako Kelabakan, Beras SPHP Bulog di Pacitan Kian Menyusut
Sri Dawet (51), saat menunjukkan pesanan beras SPHP dari puluhan pembeli. (Foto: Topan Indrajaya Nasution for Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Pedagang sembako di sejumlah pasar tradisional Pacitan, Jawa Timur, dibuat kelabakan dengan menipisnya pasokan beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog.

Beras pemerintah yang jadi idaman warga itu, kini persediaannya kian menyusut. Kondisi itu pun memicu keluhan para pedagang beras di pasar.

Salah satunya adalah Pemilik Los Sembako di Pasar Arjowinangun, Sri Dawet (51). Ia menyebut Bulog telah menurunkan jumlah pasokan beras SPHP sejak sepekan terakhir. 

"Sebelumnya per kios itu dapet 60 sak lima kilogram beras, lha itu saja sudah kurang. Sekarang malah dikurangi lagi jadi hanya 40 sak seminggu sekali," imbuhnya.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Lantaran tak ada stok, kondisi ini menyebabkan pedagang kesulitan melayani kebutuhan beras kepada pembeli. Apabila konsumen diarahkan ke beras lain kebanyakan mereka menolak.

"Lha wong yang antri pesan ke saya aja saat ini sampai 40 orang. Mereka pengennya beras murah. Kalo diarahkan yang bermerek harga Rp16 ribu tidak mau," ungkapnya.

Sejauh ini, sudah ada belasan pedagang yang mengeluh kondisi tersebut. Pedagang berharap pemerintah segera berupaya untuk menyetabilkan kondisi harga maupun pasokan beras SPHP di Pacitan.

"Ada 17 los sembako yang saat ini mengeluh. Karena kondisi ini akan berdampak pada kenaikan harga, membuat masyarakat khawatir," keluhnya.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Mereka berharap pasokan beras Bulog dapat kembali normal seperti waktu sebelumnya. Yakni dalam seminggu Beras Bulog datang bisa sampai 2-3 kali.

"Tolonglah beras murah itu sangat dibutuhkan warga," cetus Sri Dawet menutup.

Harga Cabai Melonjak Tinggi, Naik Rp16 Ribu dalam Dua Hari

Di lain lokasi, harga cabai di pasaran juga mengalami lonjakan tinggi dalam dua hari terakhir. 

Pada hari Sabtu (10/2/2024), harga cabai masih berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram. Namun, sejak hari Minggu, harga cabai mulai naik drastis hingga mencapai Rp48 ribu per hari ini.

"Dua hari lalu harga beli cabai masih Rp32 ribu, sekarang sudah Rp48 ribu. Ngga tau kenaikannya cepat sekali," ucap Pedagang Cabai, Yuni.

Bu Yuni sapaan akrabnya, menduga bahwa kenaikan harga cabai tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah cuaca.

"Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat panen cabai gagal. Selain itu, permintaan cabai juga meningkat menjelang bulan Ramadhan," jelasnya.

Ia menyebut, kenaikan harga cabai ini diprediksi akan terus berlanjut hingga beberapa minggu ke depan. Hal ini dikarenakan pasokan cabai masih terbatas dan dengan permintaan yang terus meningkat.(*)

Baca Sebelumnya

Atasi Kekeringan Lahan, Bupati Kabupaten Banggai Rencanakan Pembangunan Saluran Irigasi

Baca Selanjutnya

Prof Nazaruddin Malik Resmi Dilantik sebagai Rektor UMM, Junjung Tinggi Risalah Islam Berkemajuan

Tags:

pasar Beras SPHP Bulog pacitan Pasar di Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H