Pedagang Belum Tahu Besaran Retribusi Pasar Induk Among Tani Kota Batu

Jurnalis: Sholeh
Editor: Mustopa

10 Okt 2023 07:56

Thumbnail Pedagang Belum Tahu Besaran Retribusi Pasar Induk Among Tani Kota Batu
Suasana pasar Induk Among Tani Kota Batu. (Foto: Sholeh/ketik.co.id)

KETIK, BATU – Pedagang di Pasar Induk Among Tani Kota Batu belum tahu besaran retribusi yang akan diterapkan oleh Pemkot Batu. Karena hingga seminggu sejak dimulai operasional pada 2 Oktober 2023 lalu, pihak pengelola masih menggratiskan retribusi baik bagi pedagang maupun parkir. 

"Belum ada kabar restribusi sampai sekarang. Kami masih menunggu berapa jumlah restribusi yang akan kita bayar," kata seorang pedagang Kosmetik yang enggan disebutkan namanya, Selasa (10/10/2023).

Menurutnya, hingga kini juga belum ada sosialisasi atau pertemuan terkait retribusi. hanya saja, ada pengumuman retribusi masih gratis tersebut. Ia berharap, pedagang segera menempati kios dan memanfaatkan retribusi gratis itu.

"Kurang tahu juga ya. Kenapa meskipun retribusi gratis dan sudah mendapatkan nomor undian, tapi masih banyak pedagang yang belum menempati kiosnya," jelasnya.

Baca Juga:
Pemkot Batu Terima PSU 13 Perumahan, Nilai Aset Tembus Rp741 Miliar

Ketua Paguyuban Pedagang Konveksi Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Ikroq Alung menambahkan, setiap hari lewat pengeras suara diberitahukan bahwa di Pasar Induk Among Tani bebas retribusi. Retribusi gratis itu berlaku sampai bulan November 2023.

"Hitungan besaran retribusi, tergantung luasan kios. Di mana luasan kios pedagang yang berbeda dipastikan retribusi juga berbeda. Restribusi di pasar baru ini saya prediksi lebih besar dari pasar lama dulu," terangnya.

Ikrog menyebutkan, di pasar lama dulu, dia membayar retribusi Rp 90 ribu perhari untuk tiga kios. Jumlah tersebut di luar biaya kebersihan dan keamanan. Ia berharap, pedagang diajak berbicara saat penentuan besaran retribusi kios Pasar Induk Among Tani.

"Rumusan retribusi pedagang yaitu biaya dikalikan luas kios, kemudian dikalikan 30 hari. Yang jelas, restribusi sekarang ini pasti naik," ulasnya.

Baca Juga:
Pemkot Batu Siapkan Smart Integrated Farming, Dorong UMKM Pertanian Tembus Pasar Modern

Untuk mendapatkan informasi tentang restribusi tersebut, ketik.co.id berusaha menemui kepala UPT pasar Induk Among Tani Kota Batu, Agus Suyadi di kantornya di lantai tiga. Namun, petugas memberitahu bahwa Agus Suyadi sedang keliling pasar. Saat dihubungi lewat pesan WA yang bersangkutan belum merespon.(*)

Baca Sebelumnya

Pj Wali Kota Pagaralam Bantu Beras untuk 891 KK Warga Dempo Selatan

Baca Selanjutnya

DPRD Surabaya Desak Blackhole Ditutup Sementara

Tags:

Kota Batu Pasar Induk Among Tani pedagang retribusi

Berita lainnya oleh Sholeh

Efisiensi Anggaran, Kota Batu Justru Siapkan 30 Event Berkualitas di 2026

9 Desember 2025 20:30

Efisiensi Anggaran, Kota Batu Justru Siapkan 30 Event Berkualitas di 2026

Cak Nur Dorong Pembangunan KDMP Menyeluruh di Semua Desa Kota Batu

9 Desember 2025 20:07

Cak Nur Dorong Pembangunan KDMP Menyeluruh di Semua Desa Kota Batu

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

9 Desember 2025 15:58

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

Wali Kota Nurochman Lepas Bantuan Kemanusiaan Senilai Lebih dari Rp500 Juta ke Sumatera

9 Desember 2025 15:46

Wali Kota Nurochman Lepas Bantuan Kemanusiaan Senilai Lebih dari Rp500 Juta ke Sumatera

Duh! Hanya Gara-gara Listrik, Portal e-Parkir Alun-alun Kota Batu Masih Manual

8 Desember 2025 17:00

Duh! Hanya Gara-gara Listrik, Portal e-Parkir Alun-alun Kota Batu Masih Manual

Dishub Gagal di Parkir Tepi Jalan Solusi Instan Portal Parkir Jalan Alun-alun Kota Batu, Melanggar!

8 Desember 2025 16:48

Dishub Gagal di Parkir Tepi Jalan Solusi Instan Portal Parkir Jalan Alun-alun Kota Batu, Melanggar!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H