KETIK, PACITAN – Usai sebelumnya ditutup total akibat longsor di sekitar kawasan jembatan, akses utama Ponorogo–Pacitan melalui Jembatan Plapar di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, kembali dibuka mulai Rabu, 20 Mei 2026 pagi.

Meski jalur sudah dapat dilalui, kendaraan dengan muatan di atas 10 ton masih dilarang melintas menyusul kondisi pondasi jembatan yang mengalami gerusan.

Kasatlantas Polres Pacitan, Moch Angga Bagus Sasongko mengatakan jalur Ponorogo–Pacitan mulai dibuka kembali sejak pukul 08.00 WIB berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga.

“Informasi PU Bina Marga, hari ini pukul 08.00 WIB jalur Ponorogo–Pacitan sudah bisa dilalui dengan tonase maksimal 10 ton,” ujar Angga.

Ia menjelaskan pembatasan tonase diberlakukan setelah hasil pengecekan menunjukkan adanya kerusakan pada bagian bawah pondasi Jembatan Plapar akibat gerusan tanah.

Baca Juga:
Intip Isi Rp8,1 M LHKPN Wabup Pacitan Gagarin Sumrambah, Koleksi 28 Aset Tanah-Fortuner

Menurutnya, kondisi tersebut membuat kendaraan bertonase besar belum diperbolehkan melintas demi menghindari risiko kerusakan yang lebih parah maupun potensi kecelakaan.

“Untuk Jembatan Plapar hasil koordinasi dengan Dinas PU, mengingat pondasi bawah jembatan terjadi gerusan sehingga muatan tonase kendaraan dibatasi maksimal 10 ton yang diperbolehkan melintas,” jelasnya.

Sebelumnya, akses utama Ponorogo–Pacitan sempat ditutup total karena longsor yang terjadi di sekitar jembatan. Penutupan dilakukan demi keselamatan pengguna jalan lantaran kondisi jalur dinilai membahayakan

Kini kendaraan roda empat maupun angkutan barang dengan muatan di bawah 10 ton sudah diperbolehkan melintas secara terbatas. Sementara kendaraan besar diarahkan menggunakan jalur alternatif.

Baca Juga:
Longsor! Akses Ponorogo–Pacitan via Jembatan Plapar Ditutup Total, Ini Jalur Pengalihannya

“Kalau jembatan, untuk muatan besar bisanya lewat Wonogiri,” kata Angga.

Pengendara kendaraan berat diarahkan melalui jalur Sumoroto–Purwantoro–Kismantoro–Jeruk–Nawangan menuju Pacitan maupun arah sebaliknya. Alternatif lain dapat melalui jalur Trenggalek, Panggul, dan Jalur Lintas Selatan (JLS).

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi kawasan Jembatan Plapar mengingat kondisi jalan masih rawan pascacuaca buruk.

“Imbauan untuk masyarakat agar berhati-hati saat melewati Jembatan Plapar Ponorogo,” pungkasnya.(*)